Andy Murray

Novak Djokovic bisa memastikan peringkat pertama dunia pada akhir tahun ini. Namun, tanpa gelar 410 juara dari Final ATP, yang berputar minggu ini, di London, Inggris, predikat tersebut tentunya terasa kurang lengkap. Tidak ada pertandingan yang tak keras, sebab turnamen tutup tahun ini hanya diikuti oleh delapan pemain terbaik dunia, kecuali Rafael Nadal yang masih cedera sehingga meloloskan peringkat ke-9 Janko Tipsarevic.

Sejumlah partai akan dihadirkan sejak babak babak penyisihan yang menggunakan sistem setengah kompetisi, yang terdiri dari dari dua grup yang setiap grup terdiri dari delapan pemain. Djokovic berada di grup A bersama Andy Murray. Berada di pool yang sama dengan Murray sebenarnya bukan sesuatu yang disukai Djokovic.

Dalam turnamen biasa yang menggunakan sistem gugur, Novak Djokovic selalu gembira jika tidak ada di jajaran yang sama dengan Murray sehingga akan terhindar di semifinal. Kekalahan dari Murray di semifinal Olimpiade London dan final AS Terbuka lalu adalah yang hal yang paling menyakitkan bagi Djokovic.

Sementara itu, beban berat kembali harus dipikul Andy Murray. Pemain nomor tiga itu tampil di depan publiknya sendiri dan pasti sangat diharapkan untuk menjadi juara. Di Wimbledon, Murray tidak mampu melakukannya sehingga mengalami kekecewaan setelah dikalahkan Roger Federer di final.

Namun ia tetap mampu lolos dalam Olimpiade London dengan mengalahkan lawan yang sama. “Sebenarnya saya lebih rileks tahun ini setelah mampu menjuarai AS Terbuka. Tapi tetap saja tampil di sini memberi saya tekanan untuk bermain lebih baik. Satu hal yang saya jamin adalah saya akan tampil semaksimal mungkin dan berjuang sekeras mungkin untuk menjuarai semua pertandingan,” tutur Andy Murray.