Manajer Liverpool, Juergen Klopp, sempat menyindir selebrasi kemenangan Villareal yang dinilainya berlebihan. Saat itu Villareal menang tipis 1-0 atas The Reds pada leg pertama semifinal Liga Europa di Stadion El Madrigal, Kamis (28/4).

Pesta kemenangan Villareal itu dinilai Klopp seolah lawannya berpesta karena lolos ke final. Padahal, menurutnya, The Yellow Submarine harus merasakan dulu kesulitan tampil di Stadion Anfield.

Klopp lantas menyerukan ‘teror’ terhadap Villareal pada leg kedua, Kamis (5/5) malam waktu setempat di Stadion Anield. “Saya tak tahu apa yang mereka (Villareal) ketahui tentang Anfield. Jika Anda tak merayakan (gol di menit terakhir) maka ada yang salah,” ucapnya.

“Tapi ini menyangkut hal ketika rekan saya (pelatih Villareal, Marcelino) mengatakan setelah laga itu bahwa skor 1-0 merupakan hasil yang diimpikannya.”

Marcelino memang sempat menyatakan, kemenangan 1-0 di kandang timnya membawa sedikit keuntungan ketika mereka bertandang ke Stadion Anfield nanti.

Namun, Klopp optimistis bahwa kemenangan 1-0 itu belum berarti apa-apa sebelum Villareal berlaga di Stadion Anfield. “Kami merasa baik-baik saja. Ini baru separuh perjalanan. Kami belum lolos, kami juga belum tersingkir,” tutur Klopp.

“Saya memang tak selalu mengharapkan keajaiban dari kami dan penonton. Tapi kami semua merasa bahwa betapa besarnya pengaruh yang kemungkinan terjadi dari atmosfer yang luar biasa.”

Menurutnya, seluruh elemen Liverpool pekan ini dalam suasana hati yang sangat baik. “Saya tak ingin terlalu membesar-besarkannya, tapi ini momen dari seluru elemen Liverpool. Semua orang akan menyaksikan laga nanti,” tutur Klopp.

Liverpool memang meraih hasil maksimal di kandang pada kompetisi ini. Pada babak 16 besar, mereka menaklukkan seteru abadinya, Manchester United 2-0 di Stadion Anfield.

Berikutnya, Liverpool juga menyingkirkan mantan klub Klopp, Borussia Dortmund pada perempat final.