Bek Persib Bandung, Vladimir Vujovic, menolak anggapan yang menyebut dirinya telah melecehkan Sriwijaya FC saat kedua tim bertemu di pekan pertama Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu, 30 April 2016.

Aksi Vlado yang menuai kontroversi dan kecaman, khususnya dari fans Sriwijaya FC itu terjadi saat dia ikut merayakan gol yang diciptakan Tantan di penghujung laga yang membuat pertandingan berakhir imbang 1-1. Saat merayakan di sudut lapangan, Vlado memang terlihat memegang sesuatu. Namun tak diketahui jelas benda apa yang dipegangnya.

Tapi jepretan kamera sejumlah pewarta foto ternyata menangkap momen tersebut dan menunjukkan jika benda yang ada di tangan Vlado tersebut adalah badge atau logo klub yang menempel di jersey salah seorang pemain “Laskar Wong Kito”.

Tetapi, bek asal Montenegro tersebut menolak jika dia melecehkan Sriwijaya FC. Sebab logo SFC yang ada di tangannya itu tak sengaja dia cabut dari jersey milik Achmad Jufriyanto saat keduanya terlibat duel atau body charge dengan mantan rekannya di Persib itu.

Momen tersebut bersamaan dengan terjadinya kemelut di muka gawang Sriwijaya FC yang berbuah gol Tantan untuk membuat skor jadi imbang 1-1. Vlado dan Jupe terlihat terlibat aksi saling tarik menarik, sehingga tangan Vlado mencengkeram bagian logo Sriwijaya FC di jersey milik Jupe.

“Banyak yang membahasnya, tapi saya tak sengaja mengambilnya (mencopotnya). Saat itu kami saling dorong, tarik menarik dan saya tak sengaja mengambilnya. Menurut saya ini hal biasa dalam sepakbola ketika dua pemain saling dorong di lapangan,” ungkap Vlado kepada wartawan.

Vlado menegaskan tak ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut, apalagi ia mengaku masih berteman dekat dengan Jupe.

Bahkan Jupe pun tak bereaksi berlebihan dan tertawa setelah mengetahui jika yang mencopot badge di jersey-nya itu adalah Vlado yang selama ini memang dikenal cukup dekat di dalam maupun di luar lapangan dengan dirinya.

Vlado pun mengaku sudah bertemu dengan para pemain Laskar Wong Kito di penginapan tim Sriwijaya FC di Bandung, untuk menjelaskan insiden tersebut.

“Sebagai tim, saya sangat menghormati Sriwijaya FC. Saya juga sudah bertemu dengan Jupe dan pemain Sriwijaya FC lainnya. Saya jelaskan dan katakan kepada mereka kalau saya tak sengaja mencopotnya. Bahkan saya sendiri tidak tahu bisa ada di tangan saya. Mereka cukup tahu seperti apa saya,” tegas Vlado.