Bos Liverpool Jurgen Klopp membuat prediksi kejatuhan Tottenham Hotspur pada pekan-pekan awal dimulainya Liga Inggris. Begini alasannya.

Klopp mengakui dia tidak tahu bagaimana cara Tottenham bisa bertahan pada awal musim baru mengingat banyak sekali pemain skuad tim pertama mereka yang terlibat sampai semifinal Piala Dunia 2018.

Keterlibatan para pemain Tottenham di timnas Inggris membahagiakan sekaligus menyusahkan. Pada satu sisi itu membuat bangga karena memperlihatkan kualitas para pemain Spurs, namun istirahat yang diwajibkan kepada para pemain menyebabkan klub London itu tak akan bisa menurunkan mereka pada awal musim.

Bos The Reds mengatakan, dia dan pelatih Spurs Mauricio Pochettino memiliki masalah besar yang sama menjelang musim baru Premier League yang akan datang.

Piala Dunia mereka, tetapi Pochettino menghadapi masalah yang lebih besar di London utara daripada The Reds.

Liverpool memiliki empat pemain yang turun sampai ke babak empat besar di Rusia – Tottenham sembilan pemain!

Dan Klopp percaya sepakbola internasional terlalu banyak menekan pemain, mengatakan “kami harus mengumpulkan tulang-tulang mereka [yang berserakan karena keletihan]”.

Liga Inggris akan dimulai lagi pada 10 Agustus sementara Liga Bangsa-bangsa UEFA yang baru, yang menggantikan laga-laga persahabatan internasional, dimulai pada 6 September.

Pemain Inggris baru kembali ke rumah pada hari Minggu, hanya beberapa minggu sebelum musim baru dimulai. Sementara FIFA mengharuskan para pemain yang terlibat dalam turnamen internasional diberi masa istirahat minimal tiga minggu.

Klopp mengatakan: “Saya tidak ingin terlalu mempolitisir sepakbola tetapi jika mereka tidak berhenti dengan permainan ini [maka situasi akan lebih buruk lagi]. Mereka sekarang bikin Liga Bangsa-bangsa untuk membuatnya (sepakbola internasional) menjadi lebih penting – dan semua pemain yang sudah bermain di Piala Dunia harus turun di sana lagi.”

“Kami memiliki empat pemain di semifinal (Piala Dunia), yang oke-oke saja, kami bisa mengatasinya. Tottenham memiliki sembilan pemain di semifinal! Saya tidak tahu bagaimana mereka mengatasi hal itu. Itu tantangan besar. Ini adalah hal yang sangat sulit untuk dihadapi dan di masa depan kita semua harus mengubahnya.”