Manajer Hoffenheim, Julian Nagelsmann telah membuktikan bahwa dirinya layak untuk disebut sebagai salahs atu pelatih muda berbakat pada musim 2017/2018, setelah membimbing klubnya lolos di kualifikasi grup Liga Champions.

Pelatih berusia 30 tahun ini terus mengasah kemampuan manajerialnya, dengan membukukan tujuh kemenangan, tiga imbang dan hanya satu kali kekalahan dalam 11 pertandingan terakhir mereka di Bundesliga.

Kemenangan terakhir Hoffenheim atas Dortmund di kompetisi Bundesliga sudah cukup untuk membuat mereka mendapatkan tempat di fase grup Liga Champions pada musim 2018-19. Sementara pelatih mereka, Nagelsmann menjadi Man of the Matchday dengan berbagai pujian dari pakar maupun media.

Ketika Nagelsmann menggantikan Huub Stevens di Hoffenheim pada bulan Februari 2016 lalu, media sepak bola sudah jatuh hati dengan manajer tersebut, di mana pada saat itu ia masih berusia 28 tahun.

Setelah Nagelsmann berhasil menjauhkan timnya dari zona degradasi di kompetisi Bundesliga pada debutnya menukangi Hoffenheim, orang-orang mulai menjulukinya dengan nama ‘Mini-Mourinho’. Untuk seorang pelatih yang masih berusia 28 tahun, tentunya hal itu merupakan prestasi yang sangat luar biasa.

Prestasi-prestasi gemilang yang diraih oleh Nagelsmann tersebut membuat media-media di Jerman menyebutkan bahwa ia merupakan pelatih muda terbaik di Eropa pada musim 2017-18.