Perdebatan mengenai cedera Mohamed Salah menyusul bentrok dengan Sergio Ramos masih panas. Ramos yang akhirnya bicara kembali mendapat kritik.

Pada final Liga Champions 2017/2018 antara Real Madrid dan Liverpool, Mohamed Salah jadi salah satu korban aksi Ramos. Penjagaan kapten Madrid itu membuat Salah mengalami cedera hingga harus ditarik di menit ke-30.

Usai insiden tersebut, Ramos pun menerima banyak kritik dari berbagai pihak. Sebagian besar menyebut Ramos layak mendapatkan sanksi akibat aksinya, baik di media maupun sosial media. Maklum, kehilangan Salah membuat Liverpool tak berdaya dihadapan Los Blancos.

Tanpa Mohamed Salah dan dilengkapi dengan blunder Loris Karius, Liverpool menyerah 1-3 setelah dua gol Gareth Bale dan satu gol Karim Benzema hanya dibalas gol Sadio Mane. Setelah hampir dua pekan berlalu, Ramos pun angkat bicara mengenai cedera Salah.

“Saya telah berbicara kepada Salah lewat pesan pribadi dan seharusnya ia bisa bermain jika mendapat suntikan penghilang rasa sakit. Ketika saya melakukannya, reaksi orang-orang akan lebih keras. Saya tak tahu apakah itu karena saya telah lama di Madrid dan memenangi banyak trofi,” ujar Ramos, dikutip AS.

Komentar Ramos pun menuai pro dan kontra. Pelatih Timnas Mesir, Hector Cuper, pun menanggapi komentar Ramos dengan nada sindiran. “Saya bukan dokter. Saya tak tahu jika Ramos adalah seorang dokter. Tapi itu adalah pemain yang memainkan final dan mengalami cedera,” beber Cuper, dikutip Calciomercato.

“Saya tak memiliki keraguan apakah ia bisa terus bermain, ia akan melakukannya, karena final Liga Champions luar biasa. Pendapat saya adalah bahwa Salah mengalami cedera parah, ada proses pemulihan yang bisa kita lihat dan kami optimistis soal kemungkinannya bermain di Piala Dunia,” Cuper melanjutkan.

Ya, cedera bahu yang didapat pemain asal Mesir itu membuatnya diragukan bisa tampil di Piala Dunia 2018. Padahal, Salah memiliki peran vital di balik kesuksesan Timnas Mesir melaju ke putaran final.