Setelah juara Liga Champions dua musim beruntun, Real Madrid ditantang untuk mempertahankannya di 2017/2018. Toni Kroos sadar untuk mencapainya akan sulit.

El Real mendominasi Eropa dalam beberapa musim terakhir. Usai jadi juara pada 2013/2014, Madrid mematahkan ‘kutukan’ juara bertahan dengan meraih dua gelar Eropa beruntun pada 2015/2016 dan 2016/2017.

Dengan skuat yang relatif tidak berubah banyak, Madrid sekali lagi dijagokan untuk berjaya. Sebuah sejarah pun menunggu diukir Madrid andai mampu mengukir hat-trick di akhir musim.

Namun, untuk mewujudkannya Madrid akan diadang tim-tim favorit seperti misalnya Barcelona, Juventus, Bayern Munich, Manchester City, dan Paris St. Germain. Kroos hanya bisa memastikan bahwa Madrid akan berjuang keras.

“Dua tahun terakhir sudah sulit. Apa yang bisa kujanjikan adalah kami akan mencoba segalanya untuk (juara) melakukannya lagi, tapi ada banyak tim bagus jadi akan sangat sulit,” ungkap gelandang Madrid itu di Soccer Way.

“Setiap tahun akan ada Barcelona, tim-tim Inggris, juga ada Bayern Munich. Banyak klub yang menginginkan untuk memenangi Liga Champions. Memang gila apa yang kami lakukan dengan menjuarainya dua kali beruntun — itu belum pernah terjadi sebelumnya tapi ini sangat bagus dan sangat sulit untuk mempertahankan gelar ini,” sambung Kroos.

Di fase grup 2017/2018, Madrid mendapat perlawanan dari Tottenham Hotspur. Kedua tim sama-sama belum terkalahkan dalam tiga partai pertama dengan raihan dua kemenangan dan sekali seri.

Tidak dipungkiri bahwa Tottenham muncul sebagai pesaing kejutan karena pada awalnya Borussia Dortmund lebih diunggulkan sebagai rival utama Madrid. Performa impresif Spurs tidak lepas dari ketajaman si striker Harry Kane, yang telah mengemas 13 gol dalam 12 penampilan di sepanjang musim ini. Bahkan, Madrid dikabarkan tertarik merekrut Kane di masa depan.

“Itu bukan tugasku sih (Madrid minati Kane). Dia memang seorang pemain bagus,” lanjut Kroos. “Anda tidak bisa mencetak banyak gol di Premier League kalau Anda bukan seorang striker yang bagus.”

“Tapi soal membeli dia atau tidak, bukan pekerjaanku (memutuskannya),” mantan gelandang Bayern Munich menambahkan.