Menurut laporan TMW, gelandang asal Argentina itu tak masuk dalam rencana masa depan Unai Emery bersama PSG. Kini, Di Maria kabarnya bisa dikirim ke China pada awal Januari mendatang, setelah ia kehilangan tempatnya di starting XI PSG.

Pemain berusia 29 tahun itu bisa disebut-sebut sebagai ‘pecundang terbesar’, setelah kedatangan Neymar dan Kylian Mbappe ke Parc des Princes pada musim panas lalu.

Kini, tidak ada ruang di antara tiga pemain di lini depan PSG untuk Di Maria. Sementara Adrien Rabiot dan Marco Verratti telah menjadi partner di lini tengah yang jadi pilihan Emery, untuk dimainkan di depan anchorman, Thiago Motta.

Di Maria juga alami beberapa musim campuran di klub ibukota Prancis itu, di mana ia hanya ikut memenangkan satu gelar juara liga.

Mantan bintang Manchester United itu terus mendapat tekanan besar di musim terakhirnya di PSG. Para suporter maupun pengamat mengklaim, Di Maria tidak bisa tunjukkan kemampuannya saat PSG kehilangan gelar juara Ligue 1 mereka musim lalu yang berhasil direbut AS Monaco.

Kini, tampaknya waktu Di Maria di PSG telah berakhir. Ia sempat dikaitkan dengan Barcelona selama musim panas lalu, meski Di Maria pernah bermain untuk saingan berat Barca, Real Madrid.

Laporan tersebut menambahkan, China akan jadi tujuan yang paling mungkin untuk Di Maria, yang juga hadapi prospek gagal mencapai Piala Dunia 2018 bersama Argentina.

Hal ini seakan jadi isyarat bagi penyerang PSG lainnya, Lucas Moura dan Julian Draxler, untuk bersiap-siap ditendang dari Parc des Princes, karena PSG juga tengah ngotot menyeimbangkan pembukuan keuangan mereka untuk hindari sanksi pelanggaran Financial Fair Play.