Kekhawatiran Redi Suprianto terhadap permainan anak-anak Mojokerto Putra antiklimaks terjadi. Setelah tampil perkasa di kandang Persiwa, Laskar Majapahit ditundukkan Madura FC 2-0 di Stadion A. Yani Sumenep, Senin (9/10/2017).

Kekalahan ini membuat langkah Djayusman Triasji dkk. ke babak 8 besar pun tertahan. “Dua gol karena kesalahan memasang jebakan offside. Ternyata tuan rumah cerdik mengantisipasi perangkap itu. Saya lihat secara global permainan kami antiklimaks,” kata Redi Suprianto.

Kendati begitu, Redi Suprianto tak mau menyalahkan anak didiknya. Pasalnya, di babak pertama mereka sempat tiga kali mengancam gawang Madura FC.

“Ada kemungkinan anak-anak frustrasi. Karena kami punya banyak peluang tapi gagal jadi gol. Sementara Madura FC mampu memaksimalkan kesempatan dengan baik,” tutur Redi Suprianto.

Kemenangan ini membuat Madura FC bisa sedikit bernapas. Karena mereka masih punya peluang ke fase berikutnya. Syaratnya, Okto Maniani dkk. harus mengalahkan Persiwa pada laga penutup babak ini di Sidoarjo.

“Kami akan terus berusaha lolos, meski harus tergantung hasil akhir pertandingan Mojokerto Putra melawan Martapura nanti. Kuncinya, kami menang dulu atas Persiwa,” ujar Salahudin.

Saat ini Madura FC mengemas poin tujuh, sedangkan Mojokerto Putra sembilan angka. “Kami juga harus menang di laga terakhir nanti. Kalau seri, sementara Madura FC mengalahkan Persiwa, poin kami sama-sama sepuluh. Tapi kami akan kalah head to head dengan Madura FC,” jelas Resi Suprianto.