Tim nasional futsal putri membuang kesempatan untuk menjalani uji coba di Jepang. Kini, mereka menjalani try out cadangan dengan marathon friendly match.

Uji coba timnas futsal ke Jepang itu dijadwalkan 10 -16 Mei. Namun, karena ada kesalahan dari PSSI sampai akhirnya pengajuan tidak disetujui oleh Satlak Prima.

“Kendalanya karena PSSI tidak memberikan proposal ke Satlak Prima, akhirnya dana yang harusnya bisa keluar tidak bisa digunakan. Padahal, proposal sudah kami berikan jauh-jauh hari,” kata Andre Picessa yang ditemui detikSport di sela-sela latihan futsal di kawasan Senayan, Jumat (21/7/2017).

“Ini cukup disayangkan karena di Jepang itu ternyata Vietnam akan berlatih tanding di sana pada 24-28 Juli, kemudian Thailand yang ke Jepang pada 2 Agustus. Sebenarnya, bisa saja kami mengagendakan ujicoba lagi ke luar akhir Juli, tapi waktunya mepet. Selain itu, ada sesuatu yang harus kami kerjakan minimal proposal masuk 30 hari sebelum keberangkatan.

“Akhirnya saya buat marathon friendly match pekan lalu untuk melihat kemampuan anak-anak,” katanya.

Dari hasil laga-laga uji coba itu, Andre berkesimpulan kalau timnas futsal putri tinggal mematangkan kekompakan di lapangan. Saat ini, mereka masuk program persiapan khusus.

Timnas futsal putri dihuni 14 pemain. Skuat itu hasil penyaringan dari 24 pemain yang sempat dirampingkan menjadi 17 pemain lebih dahulu. Setelah menjalani pelatnas di Purwokerto, sejak akhir Juni mereka pindah ke Jakarta.

“Jadi kami lebih taktikal dan transisi, dan finishing. Itu yang harus kami perdalam karena tujuannya untuk harmonisasi. Saya mau ketika kita mendapat bola mati tiga atau lima, satu service yang bisa jadi gol dan bisa menjadi senjata mematikan di Malaysia nanti,” kata Andre.

“Hari ini pun kami latihan set piece corner dan free kick saja karena Sabtu (22/7/2017) kami akan sparring dengan Srikandi U-18, kemudian dengan klub Cimahi, Jawa Barat, dan pekan selanjutnya dengan tim futsal putra U-19, fungsinya untuk tahu sejauh mana tingkat kemampuan kita,” katanya.