Peluang Arema FC mengakhiri putaran pertama sebagai pimpinan klasemen Liga 1 kian mengecil karena saat ini mereka berada di posisi keenam klasemen. Meski hanya terpaut tiga poin dari pemuncak klasemen, Madura United dan PSM Makassar, mereka harus menghadapi tim kuat Semen Padang dan Pusamania Borneo FC.

Namun, General Manager Arema, Ruddy Widodo, justru punya pandangan lain. Dia masih bersyukur jika Singo Edan tidak jadi juara paruh musim.

“Kebanyakan juara paruh musim sulit jadi juara kompetisi karena tekanannya akan lebih berat. Sudah jadi rahasia umum jika mempertahankan puncak klasemen itu lebih berat ketimbang merebutnya,” jelas Ruddy.

Pada akhir musim, Arema FC mematok timnya bisa meraih 65 poin. Jumlah itu diprediksi sudah bisa jadi juara Liga 1 atau setidaknya tiga besar. Tetapi, di putaran pertama Ahmad Alfarizi cs. harus menuntaskan raihan 31 angka.

Saat ini, Arema baru merengkuh 25 poin dari 15 pertandingan. “Kami akan lebih senang jika putaran pertama ada di posisi tiga. Tapi, putaran kedua harus tancap gas,” imbuhnya.

Agar lebih ringan, manajemen Arema meminta pemain untuk tidak fokus pada klasemen sementara. Melainkan total poin. “Tidak akan terasa kalau fokusnya pada poin per poin. Kalau klasemen, kami pikir akan lebih terbebani,” tandasnya.

Manajemen Arema sudah melakukan perhitungan. Selama putaran kedua, mereka akan menjalani delapan partai kandang dan sembilan laga tandang. Jika semua laga kandang bisa disapu bersih, sudah ada 24 angka yang digenggam. Sisanya, bisa diambil di beberapa partai tandang melawan tim yang kekuatannya di bawah Arema.

Saat putaran pertama, Arema sudah kehilangan poin sempurna di tiga pertandingan. Dua kali imbang melawan Madura United dan Perseru Serui. Sedangkan satu kekalahan diderita melawan Persipura Jayapura.

Hal itu yang tidak boleh terulang pada putaran kedua. Manajemen Arema berharap Cristian Gonzales dkk. bisa menyapu bersih poin di kandang. “Target akhir musim kami tetap berada di zona Piala AFC. Tidak ada perubahan. Tapi, jika ada kesempatan juara tentu akan lebih baik,” tegas Ruddy Widodo.