Kekuatan dan kekurangan Timnas Monglia U-22 yang belum banyak diketahui para pesaing di Grup H kualifikasi Piala AFC U-23 2018 akhirnya terbuka. Timnas Thailand U-22 jadi “korban” pertama Mongolia lantaran tim tuan rumah itu gagal mengalahkan Mongolia.

Padahal, selain berstatus sebagai tuan rumah, Thailand dianggap tim terkuat di Grup H dan pada umumnya, tim papan atas di regional Asia Tenggara.

The War Elephant hanya mampu mendulang satu poin setelah ditahan 1-1 Mongolia di partai perdana, Rabu (19/7/2017), di Supachalasai National Stadium, Bangkok. Thailand unggul lebih dulu, menit ke-17, sebelum dipaksa bermain imbang Mongolia setelah Munkh-Erdene berhasil mengeksekusi penalti menit ke-89.

Hasil ini tentu menjadi peringatan bagi Timnas Mongolia U-22 yang diprediksi juga belum banyak mengetahui kekuatan dan kelemahan Mongolia, sebelum tampil melawan Thailand.

Seusai pertandingan, pelatih Timnas Mongolia U-22, Michael Weiss, mengungkapkan kegembiraannya dengan hasil yang diraih skuat asuhannya.

“Kami senang hasil hari ini. Thailand tim kuat. Namun, di sepak bola kita tak pernah tahu (apa yang akan terjadi). Skor imbang ini jadi hasil bagus untuk kami,” ujarnya seperti dikutip di Facebook resmi Federasi Sepak Bola Mongolia (MFF).

Pelatih asal Jerman yang pernah membesut Timnas Filipina itu juga sedikit menyinggung pertemuannya dengan Timnas Indonesia U-22, lawan yang akan dihadapi Mongolia selanjutnya.

“Untuk pertandingan melawan Indonesia, kami tidak akan fokus pada pemain tertentu karena kami berpikir positif dan juga lebih memikirkan tim sendiri. Deretan pemain muda kami akan tetap waspada saat melawan Indonesia dan mencoba terus mengembangkan potensi mereka,” imbuh Weiss.

Partai Tim Nasional Mongolia U-22 melawan Team Nasional Indonesia U-22 yang jadi laga kedua penyisihan di Grup H akan dimainkan di Supachalasai National Stadium, Bangkok, Jumat (21/7/2017), mulai jam 16.00 WIB.