Mantan penggawa Manchester United, Robin van Persie, menolak untuk bermain bersama salah satu klub Liga 1 Indonesia. Kalau pun ia bersedia, klub di Indonesia harus menyediakan budget sekitar Rp26,5 miliar per tahun.

Saat ini, Van Persie masih terikat kontrak dengan Fenerbahce yang akan berakhir akhir musim depan. Manajer Van Persie sempat menyebut ada klub Indonesia yang mengajukan penawaran, namun hal itu ditolak oleh Van Persie yang ingin kembali ke Belanda.

CEO Bali United Yabes Tanuri menegaskan bahwa klubnya berminat merekrut Van Persie di masa depan

“Kami tertarik. Ada kemungkinan, tapi bukan tahun ini,” kata CEO Bali United, Yabes Tanuri, kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Rabu (17/5).

Jika Bali United berniat mendatangkan Van Persie musim depan, itu artinya pemain berdarah Belanda itu sudah berada dalam kondisi bebas transfer. Bali United hanya perlu membayarkan kontrak gaji tanpa membayar biaya transfer.

Yabes pun mengaku sudah mendengar kisaran nilai kontrak untuk mendatangkan Van Persie.

“Van Persie itu yang saya dapat kabar 5,5 juta euro (Rp81,1 miliar) untuk tiga musim,” imbuhnya.

Artinya, untuk satu musim, Van Persie dibanderol sekitar 1,8 juta euro atau Rp26,5 miliar. Nilai tersebut lebih dari tiga kali lipat harga Michael Essien di Persib Bandung yang rumornya berada di angka kisaran Rp8 miliar semusim.

Soal harga, Yabes mengaku tidak pernah berpikir yang ditawarkan Van Persie itu kemahalan.

“Kami tidak pernah hitung ke sana (harga mendatangkan pemain asing ke Bali United). Karena kalau mahal, harga sponsor pasti akan meningkat,” ucap Yabes.