Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) memperingatkan kepada klub-klub peserta Liga 1 2017 untuk tidak memainkan pemain asing yang tidak memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS). Ketua BOPI, Noor Aman, mengatakan pihaknya akan memberikan sanksi jika hal itu dilanggar.

Peringatan itu diungkapkan Noor Aman usai rapat finalisasi verifikasi klub peserta kompetisi Liga 1 bersama pengelola PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB) di Kantor BOPI, Wisma Kemenpora, Kamis (13/4).

“KITAS belum sepenuhnya terjawab. Ada beberapa pemain asing yang belum ada KITAS-nya. Tapi kami sepakat, pemain asing yang belum ada KITAS tidak diperbolehkan main. Jika klub memainkan pemain asing itu tanpa KITAS, itu dianggap pelanggaran dan itu akan diberikan sanksi,” ujar Noor Aman.

Dalam waktu normal, pengurusan KITAS di Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) membutuhkan waktu satu bulan. BOPI yakin dalam waktu sebulan ke depan semua persyaratan terkait izin pemain asing sudah bisa selesai.

Noor Aman menjelaskan data-data untuk mengurus KITAS sebenarnya sudah ada. Namun, penyelesaiannya sedikit terlambat karena PSSI masih melakukan konsolidasi.

“Sebelum ada KITAS, pemain asing itu tidak boleh main. Itu bukan hanya melanggar peraturan negara tapi juga peraturan FIFA,” ucap Noor Aman.

Sementara itu, Direktur Utama PT LIB Berlinton Siahaan mengatakan pihaknya memberikan batasan waktu untuk pendaftaran pemain sampai 30 April 2017. Dengan demikian klub-klub Liga 1 masih dalam proses melengkapi skuat.

Dijelaskan Berlinton, sebenarnya tidak ada kendala apapun soal KITAS pemain asing di Liga 1. Hanya saja ada beberapa pemain yang harus diperbaharui dan diperbaiki KITAS-nya dan itu membutuhkan waktu.

“Dalam sisa waktu ini, kami berharap bisa diselesaikan. Kalau sampai waktu itu belum ada (KITAS), peraturan menyebut tidak boleh main. Pemain asing itu harus disahkan, dan pengesahan itu sampai akhir April,” ungkap Berlinton.

“Bukan kendala. Data pemain sudah kita kami kumpulkan dan berikan ke BOPI, makanya timbul rekomendasi. Tinggal masalah KITAS. Kami lihat ada semangat baru kompetisi bisa berjalan sesuai jadwal 15 April,” sambungnya.