Penyerang Arsenal Alexis Sanchez dikenal sebagai pemain yang sangat temperamental. Emosi tinggi dan agresivitasnya di lapangan, diakuinya terbentuk sejak dirinya masih kanak-kanak.

Sanchez menegaskan, dirinya bukan sosok pesepak bola yang mampu meniti karier dengan segala kemudahan di Chile. Ia harus melalui tempaan keras di Kota Tocopilla, kampung halaman yang juga tempat kelahirannya.

Pemain 28 tahun itu bahkan mengungkapkan sejumlah kesan tak terlupakan kala masih menikmati sepak bola sejak kecil. Salah satu yang paling ia ingat, penyerang andalan Timnas Chile itu mengisahkan, ia biasa main di penjara saat masih kanak-kanak bersama narapidana yang jauh lebih dewasa.

“Saya amat menginginkan menjad pesepak bola profesional sejak saya masih kecil,” ujar Sanchez seperti dikutip dari Metro.

“Pendekatan mental say adalah selalu menang dan mencoba sejauh mungkin untuk bisa bermain sepak bola.”

Bermain di sejumlah turnamen lokal bahkan hingga penjara pun dilakoninya demi meniti karier sebagai pesepak bola. Sanchez sudah terbiasa tak pernah takut dengan pemain yang jauh lebih dewasa dan punya tubuh yang lebih besar dibandinkan dirinya.

Permainan agresif dan penuh petualangan ala sepak bola jalanan itu pula yang kini membentuk kepribadian dirinya yang tak pernah mau kalah.

“Saya selalu bermain di sejumlah turnamen dan saya sering bermain di depan gawang (tim lawan). Saya akan selalu bahagia selama masih terus bisa bermain sepak bola,” tutur Sanchez.

“Saya selalu bermain dengan orang-orang yang jauh lebih tua dari saya setiap saat dan di antara mereka ada yang saya sukai.”

“Saya bermain di jalanan, tapi kadang kami juga biasa pergi bermain ke penjara lokal. Kami bermain di lapangan yang penuh lumpur dan saya bermain di depan,” kenang Sanchez, menambahkan.