Kiper Timnas Indonesia U-22, Mochamad Dicky Indrayana, bercerita pengalamannya saat menjalani debut di skuat Garuda. Pada laga melawan Myanmar, 21 April 2017, merupakan debut Dicky di tim nasional.

Dicky memang pernah memperkuat Timnas Indonesia U-19 era Indra Sjafri. Namun, kiper kelahiran Ciamis, Jawa Barat, belum pernah satu kali pun mengawal gawang Timnas U-19 pada laga uji coba maupun laga resmi.

Saat itu, pelatih Indra Sjafri lebih banyak memasang kiper Ravi Murdianto yang saat ini menjadi cadangan Dicky Indrayana di bawah besutan Luis Milla.

“Tidak ada yang tahu kalau melawan Myanmar adalah debut saya bersama timnas menghadapi negara lain. Alhamdulillah, bisa merasakan atmosfer pertandingan melawan negara lain. Meski saya pernah bersama Timnas Indonesia U-19, saya jarang sekali tampil menjaga gawang saat menghadapi negara lain. Lebih banyak bermain saat uji coba melawan tim-tim lokal,” kata Dicky kepada Bola.com, Jumat (24/3/2017).

Sayang, pada penampilan pertamanya, kiper yang kini berkostum Bali United kebobolan tiga gol saat Indonesia dikalahkan Myanmar dengan skor akhir 1-3.

Namun, hal itu kata Dicky tidak bisa dijadikan ukuran untuk mengukur seorang pemain karena melawan Myanmar adalah laga pertama sejak terbentuknya Timnas Indonesia U-22.

“Itu laga perdana bagi kami, sejak sebulan yang lalu berkumpul. Jadi, banyak hal yang memang masih menjadi kelemahan kami. Tapi, saya yakin dengan terus bersama, kedepannya akan lebih bagus lagi,” ujarnya.

“Yang terpenting mau bekerja keras, fokus, latihan keras dan mengukuti instruksi yang diberikan pelatih. Dengan pelatih bagus, pasti kami bisa melewati kendala-kendala yang ada. Hasil tidak akan pernah membongi proses, mohon doanya saja,” kata Dicky.

Dicky juga menikmati proses latihandi Tim Nasional Indonesia. Apalagi, dia mendapat kesempatan untuk mengikuti pemusatan latihan di Spanyol.