Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade, akan berbicara dengan 17 Koordinator Wilayah (Korwil) untuk konsolidasi internal di Kantor Persija di Kemayoran, pekan depan.

Tidak hanya The Jakmania, perwakilan dari Polda Metro Jaya juga bakal hadir untuk memberikan arahan kepada suporter klub kebanggaan Ibukota itu. Gede juga menyebut dirinya sudah bertemu dengan Kapolda Metro Jaya didampingi Jakmania guna membicarakan ketaatan suporter dalam setiap pertandingan.

“Syaratnya cuma tiga, jangan berbuat anarki, jangan provokatif, dan taati peraturan. Itu syaratnya Polda,” sebut Gede yang ditemui CNNIndonesia.com usai laga timnas melawan Myanmar di Hotel Aston, Sentul, Bogor, Selasa (21/3) malam.

Kalau tiga syarat itu tidak dipenuhi The Jakmania, menurut Gede, Persija akan sulit mendapatkan izin bertanding di Jakarta dan mau tidak mau harus kembali main di Solo.

Gede menilai pertandingan di Solo akan membahayakan The Jakmania karena mereka harus melangkah melewati tiga Kepolisian Daerah (Polda), mulai dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat dan Polda Jawa Tengah.

Gede mengaku belum begitu dekat dengan The Jak dan sejauh ini hanya berusaha bersikap profesional dalam menjalankan tugas sebagai direktur utama. Namun, ia terus menggelar konsolidasi.

“Manajemen itu pasti ada jeleknya. Saya masuk ke dalam untuk memperbaiki kejelekan itu. Kalau mereka (The Jakmania) merasa memiliki, ya harus berbuat baik. Kalau memang merasa itu miliknya, harus introspeksi. Enggak mungkinlah Persija itu besar sendirian,” kata Gede.

Sejauh ini, Gede menyebut sudah hampir memenuhi 30 persen keinginan masyarakat Jakarta yakni niat untuk membawa Persija ke Jakarta.

“Hari ini (Selasa (21/3), sudah saya kembalikan, asrama di Jakarta, apartemen di Jakarta, latihan di Jakarta. Satu sisi sudah saya penuhi,” ucap Gede.

“Kalau itu sudah beres, berarti hidup saya 30 persen sudah memenuhi keinginan masyarakat Jakarta. Tinggal 70 persen lagi prestasi. Tapi, kalau saya tidak didukung juga tidak bisa,” katanya menegaskan.