Penggawa Arema FC Bagas Adi Nugroho mengaku dirinya siap jika dipangil masuk ke Tim Nasional (Timnas) U-22 besutan Luis Milla. Hal itu diungkapkannya usai membawa Arema FC menjuarai Piala Presiden 2017, Ahad 12 Maret malam.

Bagas yang turun sejak menit awal mengawal lini pertahanan Singo Edan, turut membantu timnya menang 5-1 atas Pusamania Borneo FC di laga final yang digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Di laga tersebut, Bagas mendapat kesempatan memperlihatkan kemampuannya di hadapan pelatih kepala asal Spanyol, Luis Milla, yang menyempatkan diri hadir menyaksikan empat pemain seleksinya di laga tersebut.

Bek tengah ini memang sempat mengikuti proses seleksi tahap pertama Timnas U-22 pada 17 hingga 20 Februari lalu. Namun, cedera yang dialaminya membuat Bagas absen pada seleksi tahap ketiga, sekaligus tak mampu memperkuat Arema di laga leg kedua semifinal kontra Semen Padang.

“Kalau yakin dipanggil sih dari kemarin saya sudah yakin, yang jelas jika dipanggil Coach Luis saya siap,” ujar pemain 20 tahun tersebut saat ditemui usai laga final Piala Presiden, Ahad 12 Maret 2017 malam tadi.

Ia pun tetap ingin memperbaiki penampilannya meski optimistis dipanggil Timnas U-22. Bagas mengatakan jika dirinya belum merasa puas dengan penampilannya sejauh ini.

“Saya selalu ingin memperbaiki permainan saya. Saya belum puas sampai di sini dan saya ingin terus maju dan maju.”

Ia juga mengakui masih merasakan sakit pada kakinya usai laga final tersebut. Namun, keinginannya tampil di final membuat Bagas sanggup menahan sakitnya itu hingga laga berakhir.

“Dari semifinal saya mencoba memulihkan kondisi yang tidak mudah. Di final bisa main sampai menit-menit akhir ya saya senang. Kondisi saya sudah tidak sakit cuma nyeri sedikit saja, Insya Allah dalam dua tiga hari sudah membaik,” tutupnya.