Pemain Bhayangkara FC, Dendy Sulistyawan, tak mau membatasi diri untuk tampil di berbagai posisi. Baginya, pemain serba bisa menjadi sebuah hal lumrah di era sepak bola modern dewasa ini.

Dendy terbiasa memerankan posisi penyerang lubang atau gelandang serang. Namun, ia mengaku tak masalah jika harus tampil agresif di depan gawang layaknya striker tengah.

“Saya seorang second striker yang terbiasa mencari ruang. Untuk jadi striker tunggal pastinya lebih belajar lagi ya mengingat di sepak bola modern striker dituntut bisa jadi seperti apa saja,” kata Dendy.

Secara alamiah, Dendy lebih menjiwai tampil sebagai second stiker yang lebih banyak menjemput bola. Namun, ia berambisi memenuhi eksepktasi pelatih Luis Milla yang menginginkannya bermain sebagai targetman.

Dendy terinspirasi oleh striker Barcelona Luis Suarez. Mampu bermain efektif baik sebagai striker tunggal namun kerap bermain melebar atau turun ke bawah untuk membuka ruang kepada rekan-rekannya.

“Saya sangat suka Luis Suarez meskipun ia striker targetman tapi beberapa kali ia suka membuka ruang. Masih terus adaptasi lagi untuk jadi targetman,” ujarnya.

Pemain jebolan Persela U-21 itu memuji karakter pelatih Luis Milla yang cenderung bermain cepat. Ia yakin bisa beradaptasi dengan karakter bermain Milla yang mengandalkan umpan pendek cepat.

Pada seleksi tahap ketiga, Dendy bersaing dengan mantan rekan satu timnya di Persela Lamongan, Ahmad Nur Hardianto. Namun, tak menutup kemungkinan jika nantinya Milla memanggil pemain yang pernah diseleksi pada tahap pertama dan kedua.

“Saya bersyukur mendapat kesempatan seleksi oleh coach Luis Milla dan sangat termotivasi untuk menyesuaikan diri. Saya maksimalkan saja kesempatan yang ada karena mungkin tidak akan datang dua kali,” ujarnya.