Jika ingin menang, tidak ada jalan lain bagi Pioli untuk tetap menjalankan filosofi sepakbola menyerangnya pada laga nanti. Jika Inter bermain lebih berhati-hati daripada biasanya, walau dengan cara seperti itu akan menjaga tempo Ansaldi agar tidak terlalu agresif membantu serangan. Tapi perlu diingat bahwa lawannya nanti adalah Juventus. Terlalu hati-hati justru akan membuat Inter terbawa ke dalam permainan lawan. Dan tujuannya untuk menguasai lini tengah melalui middle block bisa tercapai. Khedira dan Pjanic akan lebih leluasa mencari bola jika pemain Inter terlalu lama menahan penguasaan di wilayahnya sendiri.

Kehilangan bola Inter bisa dikelola dengan baik oleh kreativitas Pjanic. Belum lagi jika Paulo Dybala bisa fleksibel bergerak ke tengah maupun sayap. Agar kreativitas lini tengah Juventus tersendat, Pioli harus tetap menerapkan strategi blok tingginya. Lini depan Inter harus tetap melancarkan pressing terhadap build-up serangan Juventus yang sering dilakukan dari lini belakang. Hal itu agar para pemain Inter bisa naik ke wilayah Juventus, termasuk kedua poros gandanya yang kemungkinan diperankan Marcelo Brozovic dan Roberto Gagliardini.

Dengan blok tinggi, kedua gelandang itu akan bermain lebih naik untuk mendukung serangan. Apalagi Brozovic dan Gagliardini merupakan gelandang kreatif. Terutama Gagliardini merupakan gelandang yang rajin berlari, sehingga ia pun masih berkemungkinan untuk menutupi kekosongan di pertahanan sisi kiri jika ditinggalkan Ansaldi. Hal itu akan mempermudah tugas Joao Miranda yang harus menutup kekosongan Ansaldi. Setidaknya sistem itu akan membuat Ansaldi lebih tenang ketika membantu serangan dan Pioli tetap yakin dengan filosofi sepakbola menyerangnya.

Tetapi Brozovic harus lebih jeli ketika mengalirkan bola ke pertahanan Juventus. Disarankan agar ia menghindari umpan jauh langsung ke dalam kotak penalti jika Juventus bermain dengan garis bertahan rendah. Sebab duet bek tengahnya, Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci, memiliki kemahiran dalam duel udara. Lebih baik Brozovic mengalirkan bola kepada pemain sayapnya, seperti filosofi Pioli yang mengandalan serangan melalui sayap. Tapi dengan catatan Brozovic harus jeli dan sigap melihat celah di sisi pertahanan Juventus.