Dalam alur pembelian pemain-pemain asing, striker merupakan posisi yang paling diburu. Sementara itu bek dan kiper jadi pemain yang jarang diinginkan oleh klub-klub di China. Tren ini bisa membuat China kesulitan memiliki striker lokal berbakat.

Dari nama-nama asing di luar pemain Asia, invasi pemain yang membanjiri Liga Super China berisikan deretan striker dan gelandang serang.

Hampir tiap klub yang ada di Liga Super China, mereka memiliki striker asing, bahkan banyak klub yang memiliki lebih dari satu striker.

Sebut saja Shanghai Shenhua yang memiliki Carlos Tevez dan Obafemi Martins, Shandong Luneng yang punya Graziano Pelle dan Papiss Cisse Hebei China Fortune yang punya Ezequiel Lavezzi dan Gervinho.

Selain itu klub lain juga lebih memprioritaskan untuk merekrut striker dan gelandang serang seperti Tianjin Quanjian yang punya Axel Witsel dan Alexandre Pato, Guangzhou Evergrande yang punya Paulinho dan Jackson Martinez, atau Jiangsu Suning yang mengandalkan Alex Teixeira dan Ramires.

Dengan adanya striker-striker papan atas dunia, maka persaingan perebutan status pencetak gol terbanyak di Liga Super China musim ini akan sengit. Mereka bakal membuktikan bahwa harga selangit yang dikeluarkan klub untuk mendatangkan merupakan harga yang pantas.

Klub-klub China sendiri lebih suka menghamburkan uang mereka untuk membelanjakan striker. Bisa jadi lantaran tolok ukur keberhasilan striker bisa lebih terlihat lewat torehan gol-golnya.

Kegilaan Liga Super China pada sosok striker terlihat jelas dari minimnya nama tenar yang berposisi sebagai bek. Pemain belakang paling tenar yang merumput di Liga China adalah mantan bek Chelsea, Ricardo Carvalho yang kini membela Shanghai SIPG.

Banyaknya striker asing yang membanjiri Liga Super China memang bakal membuat liga tersebut nantinya dibanjiri pertunjukan teknik berkualitas di tiap laga.

Namun di sisi lain, banyaknya striker asing bakal membuat China kesulitan memiliki bomber hebat di masa depan. Para pemain lokal bakal kesulitan mendapatkan tempat di tim inti lantaran tiap klub lebih percaya diri menggunakan striker asing.

China sendiri sudah berusaha menghindari hal tersebut dengan menetapkan peraturan tiap klub hanya boleh memainkan tiga pemain asing. Tak hanya itu Liga Super China juga mewajibkan dua pemain lokal di bawah usia 23 tahun di skuat 18 pemain yang dibawa ke sebuah pertandingan dan mewajibkan salah satunya turun bermain.

Namun dengan proporsi yang tak imbang antara pemain naluri menyerang dan bertahan, maka bisa jadi bek-bek lokal China yang lebih berkembang dibandingkan striker lokal karena mereka terbiasa menghadapi penyerang level dunia.

Deretan pemain asing di Liga Super China

Beijing Guoan: Renato Augusto (gelandang), Ralf (gelandang) Burak Yilmaz (striker)

Changchun Yatai: Marinho (gelandang), Bruno Meneghel (striker), Mislav Orsic (gelandang), Odion Ighalo (striker)

Chongqing Lifan: Emanuel Gigliotti (striker), Fernandinho (striker), Alan Kardec (striker), Goran Milovic (bek)

Guangzhou Evergrande: Alan Carvalho (striker), Ricardo Goulart (gelandang), Paulinho (gelandang), Jackson Martinez (striker)

Guangzhou R&F: Apostolos Giannou (striker), Renatinho (gelandang), Junior Urso (gelandang), Eran Zahavi (gelandang)

Guizhou Zhicheng: Yves Ekwalla Herman (striker), Ali Ghazal (bek), Michael Olunga (striker), Tharonn Chery (gelandang)

Hebei China Fortune: Ezequiel Lavezzi (striker), Aloisio (striker), Stephane Mbia (gelandang), Gervinho (striker)

Henan Jianye: Eddi Gomes (bek), Javier Patino (striker)

Jiangsu Suning: Ramires (gelandang), Alex Teixeira (gelandang), Roger Martinez (striker)

Liaoning Whowin: James Holland (gelandang), Assani Lukimya (bek), Anthony Ujah (striker), James Chamanga (striker)

Shandong Luneng: Gil (bek), Diego Tardelli (gelandang), Graziano Pelle (striker), Papiss Cisse (striker)

Shanghai Shenhua: Carlos Tevez (striker), Fredy Guarin (gelandang), Giovanni Moreno (gelandang), Obafemi Martins (striker)

Shanghai SIPG: Elkeson (gelandang), Hulk (gelandang), Oscar (gelandang), Ricardo Carvalho (bek)

Tianjin Quanjian: Axel Witsel (gelandang), Geuvanio (striker), Alexandre Pato (striker)

Tianjin Teda: Malick Evouna (striker), John Obi Mikel (gelandang), Mbaye Diagne (striker), Nemanja Gudelj (gelandang)

Yanbian Funde: Bubacarr Trawally (striker), Richard Guzmics (bek)