Laga di Etihad Stadium antara Manchester City menghadapi Tottenham Hotspur berakhir imbang 2-2. Pada laga yang digelar Sabtu (21/1/2017) waktu setempat, Manchester City unggul terlebih dahulu 2-0 lewat gol Leroy Sane dan Kevin De Bruyne sebelum dibalas gol Dele Alli dan Son Heung-min.

Manchester City tampil dominan pada laga ini. Bahkan bisa dibilang, Spurs sangat berpotensi kalah ketika pertandingan berlangsung. Sejak babak pertama, Spurs terus menerus mendapatkan dari barisan lini serang Manchester City.

Spurs sendiri terhindar dari kekalahan berkat perubahan-perubahan strategi yang dilakukan oleh manajer mereka, Mauricio Pochettino. Manajer asal Argentina tersebut mampu memanfaatkan celah-celah di lini pertahanan Manchester City pada babak kedua.

Manajer Manchester City Pep Guardiola tampaknya begitu belajar atas kekalahan yang dialami skuat asuhannya saat menghadapi Everton sepekan sebelumnya. Hal ini terimplementasikan pada perubahan susunan pemain yang dilakukan oleh Pep.

Pablo Zabaleta yang sebelumnya diplot sebagai gelandang bertahan, dikembalikan sebagai full-back kanan. City pada laga ini hanya menggunakan satu gelandang bertahan, yang diisi oleh Yaya Toure. Sementara itu Leroy Sane mengisi sisi kiri. Kevin De Bruyne yang biasa mengisi pos sayap dikembalikan ke tengah, duet bersama David Silva. City mengubah formasi dasar mereka dari 4-2-3-1 menjadi 4-3-3.

Perubahan skema ini ternyata dilakukan untuk memaksimalkan gaya bertahan yang hendak diusung Pep pada laga ini. Saat tak menguasai bola, para pemain City tetap berada di sepertiga akhir untuk memberikan tekanan pada pemain belakang Spurs. De Bruyne, Silva, Sane, Raheem Sterling dan Sergio Aguero mendapatkan tugas untuk mengganggu setiap pergerakan pemain belakang Spurs baik yang menguasai bola maupun yang tidak menguasai bola.

Tak hanya itu, para pemain depan City pun melakukan tekel agresif di lini pertahanan lawan. Dari total 32 tekel yang dilakukan City pada laga ini, De Bruyne dan Sane melakukan tekel lima kali (jumlah yang sama dengan Nicolas Otamendi, Gael Clichy dan Zabaleta), Sane empat kali, Aguero dua kali, dan Silva sekali. Selain itu, Silva, Sane dan Aguero tercatat melakukan masing-masing sekali intersep.

Pressing agresif yang diterapkan City ini berhasil membuat pola serangan Spurs berantakan sejak dari lini pertahanan. Pada babak pertama, Spurs sama sekali tak berkutik menghadapi pressing City yang dilakukan para pemain depannya. Spurs, yang merupakan kesebelasan dengan rataan tembakan per laga terbanyak di Liga Primer, hanya mampu melepaskan dua tembakan saja pada laga ini.

Hal ini juga buah dari penempatan Sane dan Sterling di kedua sayap City. Keduanya, bersama Aguero, memiliki kecepatan yang benar-benar bisa mengganggu kenyamanan lini pertahanan Spurs yang hendak membangun serangan. Tak heran Spurs hanya mencatatakan akurasi operan di angka 71% (memiliki rataan akurasi operan 82,2% per laga).

Tak hanya itu, kecepatan yang dimiliki tiga penyerang depan City juga berfungsi untuk menembus pertahanan Spurs yang berusaha menaikkan garis pertahanan mereka. Ketika diserang, barisan pertahanan terakhir Spurs berusaha menjaga jarak mereka dengan kiper, Hugo Lloris. Spurs berusaha menciptakan kepadatan jarak antar pemain belakang dan tengah dalam skema ini. Namun umpan-umpan matang yang dilepaskan Silva dan De Bruyne kerap kali membuat lini pertahanan Spurs kocar-kacir.

Bahkan dua gol yang diciptakan City pun merupakan buah dari keberhasilan City memanfaatkan ruang di antara pemain belakang City dan Lloris, khususnya saat melancarkan serangan balik. Pada proses gol pertama, Sane mendapatkan umpan panjang dari De Bruyne, yang kemudian Lloris melakukan kesalahan. Sementara gol kedua yang diciptakan De Bruyne setelah memanfaatkan umpan silang Sterling, bermula dari serangan balik cepat City yang memanfaatkan kekosongan di lini pertahanan Spurs.

Bahkan Spurs bisa saja kebobolan lebih banyak gol andai Lloris tak melakukan banyak penyelamatan pada laga ini. Dari 17 tembakan yang dilepaskan City, tujuh di antaranya diamankan Lloris. Namun dua kesalahan yang ia lakukan berujung pada dua gol untuk kubu tuan rumah.