Ada beberapa hal yang disebut Rudolof Yanto Basna tidak tepat dengan pemberitaan seputar dirinya terkait situasi dengan Arema FC pada saat ini.

Yanto Basna sempat sudah di ambang kepindahan ke Arema, tapi klub itu lantas ingin membatalkan niat merekrutnya. Arema mengklaim bahwa pesepakbola yang sebelumnya membela Persib Bandung tersebut sudah mangkir dari latihan dan pergi tanpa izin.

Dalam obrolan dengan detikSport, Yanto Basna memberi penjelasan terkait situasi tersebut. Menurutnya ia memang mendadak harus buru-buru ke Jakarta pada hari Sabtu (21/1/2017) kemarin. Ia pun menyesalkan ramai-ramai pemberitaan yang ada saat ini, karena hal tersebut dikatakannya sudah berimbas ke nama baik dirinya. Yanto Basna kini jadi merasa serba salah.

“Sekarang saya seperti maju kena, mundur kena. Saya maju salah, mundur juga salah. Semua menyangkut nama baik. Saya masih koordinasikan dengan keluarga,” kata Yanto Basna dalam percakapan via telepon, Minggu (22/1) pagi WIB.

“Kemarin kan ada beberapa tim, tapi saya mau menyelesaikan ini dulu karena ini menyangkut nama baik. Saya ingin minta klarifikasi dari Arema dulu. Baru saya bicarakan lebih lanjut dengan keluarga,” lanjutnya ketika ditanya bakal bermain di klub mana seandainya nanti kesepakatan dengan Arema benar-benar batal.

Pesepakbola yang membela tim nasional Indonesia di Piala AFF 2016 lalu itu juga membantah dengan tegas kabar bahwa dirinya sudah menerima uang muka dari Arema, maupun ikut latihan dengan skuat klub tersebut.

“DP 25% belum terima. Ada beberapa pemberitaan yang juga kurang tepat, saya dibilang sudah ikut latihan padahal belum,” tuturnya.

Menurut Yanto Basna, dirinya memang datang ke Malang pada hari Rabu tanggal 18 Januari. Tapi keesokan harinya, Kamis tanggal 19, ia tidak ikut berlatih.

“Saya datang dan nonton mereka latihan saja,” ujarnya.

Yanto Basna juga bicara mengenai pemilihan waktu penandatanganan kontrak, yang mestinya dilakukan hari Sabtu (21/7) setelah diundur satu hari dari hari Jumat. “Surat keluar dari Persib belum ada, baru hari Sabtu.”

Ia pun semakin kecewa karena merasa ada sejumlah pemberitaan yang sudah sedemikian memojokkan dan menuding dirinya juga telah melakukan hal serupa di masa lalu, ketika meninggalkan Mitra Kukar untuk bergabung ke Persib kendatipun saat itu santer disebut-sebut sudah dekat dengan Persipura.

Pun begitu, terhadap situasi yang ada saat ini, Yanto Basna mengakui dirinya pun sudah bersikap keliru karena tidak menginformasikan dengan baik ke Arema perihal keperluan mendadaknya harus ke Jakarta.

“Saya juga salah tidak berkomunikasi lebih dulu,” sebut pemain bertahan berusia 21 tahun itu.