Penyatuan visi dan filosofi bermain antara pelatih dan pemain menjadi bagian penting untuk membangun kekuatan mumpuni dalam sebuah tim. Hal itulah yang menjadi pekerjaan rumah terbesar timnas Indonesia saat kembali ditangani pelatih asing.

Demikian diungkapkan Direktur Teknik Timnas Indonesia, Danurwindo, saat ikut memperkenalkan juru taktik baru skuat Garuda yakni pelatih asal Spanyol Luis Milla, Jumat (20/1).

“Milla memiliki program yang semuanya tertata dengan baik. Dia ingin para pemainnya pintar. Pintar membaca permainan, menganalisa permainan, dan mengambil keputusan,” ujar Danurwindo di Kantor PSSI, Jakarta.

Danurwindo meyakini Milla akan membawa serta filosofi menyerang yang dianut dari Akademi Barcelona, La Masia. Mantan pelatih timnas Spanyol U-21 itu pernah berada di akademi Barcelona dan meniti karier profesional dari tim Katalonia tersebut pada dekade 1980an.

Sepak bola Indonesia, lanjut Danurwindo, sejatinya memiliki cikal-bakal permainan mengandalkan penguasaan bola yang belakangan dikenal dengan filosofi tiki-taka milik Spanyol.

“Milla mengatakan filosofi La Masia adalah menyerang. Ini yang akan dia terapkan. Sebagai pemain dia luar biasa, begitu juga sebagai pelatih yang berhasil membawa Spanyol U-21 menjuarai Piala Eropa 2011,” ujar Danurwindo yang pernah menjabat pelatih Timnas Primavera Indonesia tersebut.

Milla merupakan jebolan La Masia dan menembus tim senior Barcelona sejak 1984. Pria kelahiran Teruel, Spanyol, itu kemudian direkrut Real Madrid pada 1990 dan bermain di Santiago Bernabeu selama tujuh tahun.

Pengoleksi tiga gelar La Liga itu kemudian mengakhiri karier pemain bersama Valencia pada 2001.

Karier kepelatihan Milla dimulai ketika menangani klub gurem Spanyol, UD Pucol, yang bermain di kasta kesembilan kompetisi sepak bola Spanyol pada 2006. Ia juga sempat menjabat asisten pelatih Michael Laudrup di Getafe.

Sukses terbesar Milla adalah ketika menangani timnas Spanyol U-21 dan memenangi Piala Eropa 2011. Kini, pria berusia 53 tahun itu ditargetkan mempersembahkan gelar juara SEA Games 2017.

Tugas tak kalah berat juga menanti Milla. Sebab, ia juga dibebankan untuk membawa Timnas Indonesia senior menembus semifinal Asian Games 2018.