Ketika sejumlah pemain bintang Eropa tak kuasa menahan tawaran menggiurkan dari klub-klub kaya raya Liga Super China, tidak demikian dengan Yaya Toure. Ia menolak untuk meninggalkan Manchester City meski jarang mendapat kesempatan tampil di tim utama.

Toure memang tak lagi menjadi pilihan utama di bawah kendali Pep Guardiola. Gelandang asal Pantai Gading itu hanya tampil dalam 10 pertandingan di Liga Primer musim ini.

Dengan usia yang telah menginjak 33 tahun, beruntung Toure masih diminati Liga China yang tengah membangun kekuatan sepak bola Asia. Bagaimana tidak? Sejumlah bintang Eropa mampu disedot dengan imbalan mahar selangit.

Belum lama ini bintang Chelsea, Oscar, resmi bergabung bersama Shanghai SIPG dengan banderol 52 juta poundsterling dan gaji sebesar 400 ribu poundsterling per pekan.

Kepindahan pesepak bola 25 tahun tersebut menambah deretan daftar bintang dunia yang mendarat di Negeri Tirai Bambu. Sebelumnya, Ramires dan Mikel John Obi lebih dulu merapat ke Liga China.

Baru-baru ini, bintang muda Eropa asal Belgia Axel Witsel dan striker senior Argentina Carlos Tevez pun tak mampu menolak gelimang uang klub-klub Tiongkok.

Namun, tidak demikian dengan Toure. Meski sudah tidak dalam usia produktif (33 tahun), ia bergeming dengan tawaran menggiurkan dan memilih tetap bermain di liga kompetitif seperti Liga Inggris.

“Yaya sudah bermain di level berbeda. Dia ingin bermain di level tertinggi,” ujar Agen Yaya, Dimitri Seluk, seperti dikutip Soccerway.

Seluk sempat mengatakan kepada Sky Sports bahwa pada tahun lalu kliennya telah menolak tawaran gaji 520 ribu poundsterling per pekan dari Jiangsu Suning. Kini, keyakinan Toure kembali digoyang tawaran gaji sebesar 430 ribu poundsterling dari salah satu klub China.

Namun, tawaran tersebut kembali ditolak Toure. “Dia bahagia di Manchester City. Yaya lebih suka sepak bola lebih dariĀ uang,” ujar Seluk.