Pengadilan Spanyol memutuskan bahwa klub FC Barcelona terbukti tidak melakukan penipuan pajak dan korupsi terkait transfer pemain bintang mereka, Neymar Jr., dari Santos pada 2013.

Kasus ini ditutup setelah Barcelona membayar pajak sebesar 5,5 juta euro atau sekitar Rp 77, 4 miliar.

Anggota dewan juri sepakat memutuskan bahwa manajemen Blaugrana, dalam hal ini Presiden Klub Josep Maria Bartomeu dan pendahulunya, Sandro Rosell, bebas dari tuduhan.

Keputusan ini tercapai lewat pengambilan suara dengan 14 juri memutuskan Barceloa tidak bersalah, 2 menganggap bersalah, dan 2 lagi abstain.

“Perwakilan FC Barcelona sudah menandatangani kesimpulan dan persetujuan hasil sidang terkait transfer Neymar di kantor Mahkamah Provinsi Barceloa, Rabu (14/12/2016) pagi bersama dengan Kejaksaan Negeri setempat,” demikian bunyi pernyataan resmi dari pihak Barcelona.

Sebelumnya, anggota dewan klub, Jordi Cases mengklaim bahwa Rosell sudah menutup-nutupi angka transfer Neymar.

Hal tersebut melanggar hukum dan diancam hukuman penjara hingga 2014.

Menurut Bartomeu, keputusan membayar penyelesaian perkara bukan hal mudah.

“Keputusan ini tidak mudah, tetapi ini langkah terbaik untuk klub ketimbang terus terlarut dengan kasus pajak,” kata Bartomeu mengenai penyelesaian tuduhan Cases tersebut.

Di sisi lain, klub asal Catalan tersebut masih harus menghadapi gugatan dari DIS, perusahaan investasi asal Brasil.

DIS memiliki 40 persen hak kepemilikan atas Neymar dan mengklaim Barcelona belum membayar komisi kepada mereka setelah membeli Neymar.