Manuel Pellegrini meyakini Claudio Bravo adalah penjaga gawang terbaik di dunia dan ia juga menjelaskan alasannya kenapa menolak untuk menduduki posisi kepelatihan tim nasional Cile.

Sejak tiba di Inggriz, Bravo selalu menerima kritikan atas performanya bersama kubu Pep Guardiola, namun ia adalah salah satu kiper, bersama Gianluigi Buffon, David De Gea, Keylor Navas dan Manuel Neuer, yang akakn memperebutkan posisi dalam FIFA FIPro World 11 tahun 2016.

 Sementara Thibaut Courtois, Samir Handanovic, Hugo Lloris dan Jan Oblak juga diakui oleh banyak pihak jika mereka adalah kiper-kiper terbaik dalam beberapa tahun terakhir.

“Bukan Inggris yang tidak bersahabat dengan Bravo,” ucap Pellegrini.

“Media-media Inggris-lah yang tidak membuka mata mereka. Lebih lagi, Bravo menggeser Hart, yang juga bermain untuk timnas Inggris. Tapi jika Bravo tidak pergi dari Real Sociedad ke Barcelona dan Barcelona ke City, itu dikarenakan dia adalah kiper terbaik di dunia.”

Bravo memainkan peran yang besar dalam tim nasional Cile dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2018 Rusia. Dalam pertandingan terakhir mereka, pemain yang paling banyak tampil bersama La Roja menyelamatkan satu tendangan penalti untuk mengunci kemenangan 3-1 atas Uruguay – satu hasil yang mengangkat posisi tim asuhan Juan Antonio ke dalam posisi yang ama untuk lolos. Bravo juga membantu Cile untuk kembali menjuarai Copa America pada awal tahun ini.

Pellegrini seharusnya bisa melatih Bravo, Arturo Vidal, Alexis Sanchez dan rekan timnya yang lain – tapi ia menolak tawaran itu dalam lebih dari empat kesempatan. Pelatih 63 tahun itu ingin melatih klub yang bisa ia latih setiap hari.

“Kenapa saya menolak tawaran untuk melatih timnas?” tanya Pellegrini.

“Pertama, karena permintaan itu selalu datang ketika saya masih menjalani kontrak bersama klub.

“Kedua, karena melatih tim nasional membuat saya bosan. Kalian hanya mempunyai jadwal bertanding pada September, Oktober, November dan Maret. Dan di bulan Juni, ketika Copa America dimulai. Sisanya kalian wajib bekerja di kantor, dan saya lebih suka untuk berada di lapangan.”