Duel Arema Cronus kontra Mitra Kukar di Stadion Gajayana, Malang, Jumat (30/9/2016), menjadi sebuah momen reuni bagi para legenda. Maklum, ada 13 pemain lawas Arema yang namanya familiar di telinga Aremania era 1990-an

Para mantan pemain macam Agus Yuwono, Effendy Aziz, Agus Purwanto, Siswantoro, I Putu Gede, Yohanes Geohera, hingga Miftahul Huda terlihat hadir di bangku penonton Stadion Gajayana. Mereka diundang secara khusus oleh manajemen Arema untuk menyemarakkan pertandingan sekaligus reuni dengan sesama legenda maupun manajemen Arema.

Meski hasil pertandingan berakhir imbang, para legenda Singo Edan itu berhasil memberikan hiburan tersendiri. Para Aremania lawas pun tidak melewatkan foto bersama dengan pemain yang pernah dipuja.

Saat jeda pertandingan, Agus Yuwono dkk dipanggil ke lapangan untuk foto bersama sambil bersenda gurau dengan CEO Arema Iwan Budianto yang dulunya adalah manajer tim. “Sudah cukup lama nggak kumpul bareng. Dulu pernah kumpul waktu ada pertandingan legend untuk memeriahkan ulang tahun klub,” kata Agus Yuwono.

Saat di tribun, bahasan tentang masa lalu jadi topik menarik karena Arema era awal berdiri tak lepas dari masalah finansial. Kondisi ini berbeda jauh dengan sekarang yang sudah menjelma jadi tim besar dengan materi pemain bintang.

“Kalau dulu nggak bayaran sudah biasa, tapi justru semangat ingin main karena ingin menunjukkan jati diri orang Malang. Intinya adalah loyalitas,” kata mantan bek Arema Agus Purwanto yang dikenal dengan cara bermain kerasnya.

Selain loyalitas, mereka juga menyimpan cerita lucu saat Arema jadi juara Galatama musim 1992-1993.

“Waktu itu dalam tim ada jarak antara pemain senior, junior, dan pemain dari Papua. Pemain Malang sering dikerjai sama senior seperti Mecki Tata dan Panus Korwa. Setelah pemain lokal berontak dan bertengkar di mess justru suasana tim Arema jadi menyatu karena tidak ada lagi yang sewenang-wenang,” kenang Agus.