Steve McClaren merasa Sam Allardyce telah membayar harga atas kekurangan menjaga privasi dalam olahraga setelah sebuah laporan dijebak sebuah media yang berujung dengan pemutusan kontraknya sebagai manajer timnas Inggris.

Pelatih berusia 61 tahun itu telah meninggalkan jabatannya di tim nasional pada hari Rabu dengan kesepakatan bersama, setelah menyetujui dengan Football Association bahwa komentar-komentar yang dia nyatakan kepada media tidak dapat diterima.

 Sam Allardyce telah dituduh dan direkam oleh jurnalis yang menyamar bahwa dia menawarkan petunjuk tentang cara menghindari peraturan-peraturan FA pada kegiatan transfer, sementara itu dia juga mengkritik manajer sebelumnya Roy Hodgson.

Mantan manajer Sunderland itu menyatakan bahwa dia telah dijebak, meskipun dia mengakui dirinya telah membuat sebuah kesalahan besar.

McClaren, yang sempat melatih timnas Inggris dari Agustus 2006 hingga November 2007, meyakini bahwa Sam Allardyce menjadi korban dari investigasi yang diduga sebuah kasus korupsi.

“Saya pikir dua hari terakhir ini adalah hari-hari yang sangat mengecewakan untuk sepakbola Inggris, dan sangat, sangat menyedihkan atas apa yang telah terjadi pada Sam Allardyce,” kata McClaren.

“Itu bisa terjadi pada siapapun yang memiliki jabatan tinggi di olahraga dan Sam, yang terlalu polos, telah membayar itu semua.

“Itu menunjukkan kepada anda bahwa level dimana olahraga berada, di kalangan elit, privasi harus dijaga dan benar-benar ‘disimpan’ didalam rumah anda. Sayang sekali banyak manajer yang tidak menjaga itu, manajer-manajer lain dan orang-orang yang memiliki profil tinggi juga akan menjadi target.

“Saya hanya berpikir kami perlu menghentikan ini dan informasi apapun yang surat kabar atau reporter kumpulkan, FA harus ikut campur, atau informasi yang seharusnya kepada FA dan mereka akan membuat tuduhan-tuduhan, dan jika mereka melakukan kesalahan, bahwa itu bisa terbukti, maka itu harus dipisahkan dari sepakbola.

“Secara pribadi saya sangat sedih dan kecewa untuk Sam. Secara profesional, saya pikir jika ada informasi diluar sana, FA harus mengatasi itu semua dan benar-benar menyelesaikan itu karena tidak ada satu pun orang yang ingin melihat sebuah permainan korupsi dalam sepakbola.”