Kongres PSSI pada 17 Oktober mendatang sepertinya tetap akan digelar di Makassar, Sulawesi Selatan. Sebab, demikian yang tercantum dalam surat undangan kepada peserta.

Tempat kongres memang sempat menjadi polemik gara-gara dianggap diputuskan secara sepihak oleh PSSI pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Jakarta pada 3 Agustus lalu, sedangkan banyak voter yang berkeberatan.

Menpora Imam Nahrawi belakangan juga menyarankan agar kongres digelar di tempat netral dan merekomendasikan Yogyakarta yang notabene sebagai kota kelahiran PSSI.

Anggota Exco Toni Aprilani menjelaskan bahwa keputusan menggelar kongres di Makassar hingga saat ini memang belum berubah. Rencana Exco menggelar rapat untuk membahas rekomendasi dari Menpora sampai sekarang belum terealisasi.

“Kami sudah mengajak Plt Ketum PSSI, Hinca Pandjaitan dan Sekjen (Azwan Karim) untuk melakukan pertemuan, tapi belum terlaksana. Mungkin karena ada kesibukan masing-masing,” ujar Toni saat dihubungi detiksport, Selasa (20/9).

Namun begitu, undangan dari PSSI kepada para voter, yang ditandatangani Azwan, telah disebarkan. Dalam suratnya tertanggal Senin 19 September dan bernomor 712/AGB/124/IX-2016, PSSI mencantumkan Hotel Novotel Makassar Grand Shayla sebagai tempat kongres beserta agendanya. Di hotel itu para peserta diberi akomodasi dari 16 sampai 18 Oktober.

“Ya, kalau soal undangan memang sesuai peraturan bahwa pemberitahuan atau undangan sudah harus diberitahu, satu bulan sebelum kongres,” kata Toni.

Terkait voters, pria asal Bandung ini menegaskan bahwa pemilik suara adalah107 voter, rinciannya yaitu 34 Asprov PSSI, 18 Klub ISL, 16 Klub Divisi Utama, 14 Klub Divisi I, 22 Klub Liga Nusantara, dan 3 Asosiasi.

Sedangkan tujuh klub yang masih bermasalah, tak memiliki hak suara. Mereka adalah Arema Indonesia, Persewangi Banyuwangi, Persebo Bojonegoro, Persema Malang, Lampung FC, Persebaya Surabaya dan Persipasi Kota Bekasi. Mereka baru akan dipulihkan statusnya pada kongres 17 Oktober itu.