Leicester City akan menjalani debutnya di Liga Champions pada pekan depan. Suporter The Foxes yang begitu antusias tak mau melewatkan momen bersejarah tersebut.

Sebagai juara Premier League musim lalu, Leicester lolos secara otomatis ke fase grup Liga Champions musim ini. Inilah pertama kalinya Leicester tampil di kompetisi paling bergengsi di Eropa itu.

Leicester masuk Grup G bersama Porto, Club Brugge, dan Copenhagen. Di matchday 1, mereka akan dijamu Club Brugge di Jan Breydel Stadium, Rabu (14/9) mendatang.

Untuk pertandingan melawan Club Brugge, Leicester yang berstatus tim tamu mendapatkan jatah 1.400 tiket untuk para suporter mereka. Tiket-tiket tersebut, yang dijual 43 poundsterling (sekitar Rp 751 ribu) per lembar, bisa didapatkan oleh para suporter di King Power Stadium, markas Leicester.

Karena jumlah tiket yang terbatas, para suporter Leicester pun harus berebut untuk mendapatkannya. Sekitar 50 suporter rela mengantre lama demi membeli tiket pada Selasa (6/9) kemarin.

Seorang pemegang tiket musiman bernama Rik Lewin (49) telah sampai ke tempat penjualan tiket di King Power Stadium sejak Senin (5/9) pukul 18.30. Padahal, penjualan tiket baru dimulai pada pukul 09.00 keesokan harinya. Artinya, Lewin rela menunggu lebih dari 14 jam demi mendapatkan tiket.

“Saya tak boleh melewatkan pertandingan ini,” kata Lewin seperti dikutip dari Leicester Mercury.

Karena harus menginap semalaman di stadion, sejumlah suporter sampai membawa kursi lipat agar bisa duduk saat menunggu loket dibuka.

“Saya adalah seorang pensiunan, jadi saya punya waktu untuk duduk dan menunggu penjualan tiket dibuka,” kata suporter bernama Dennis Bexon (69 tahun), yang tiba sekitar jam 2 pagi.

Leicester mengumumkan bahwa tiket yang tersisa kini tinggal 200 lembar. Tiket-tiket tersebut akan dijual pada Rabu (7/9) pagi untuk para pemegang tiket musiman dengan poin minimal 170.