Luciano Spalletti merasa Roma telah melakukan segalanya di jendela transfer dan berharap tim dapat memperbaiki performa mereka dimana diyakini itu merupakan masalah psikologis.

Il Giallorossi berhasil mengalahkan San Lorenzo dengan skor 2-1 dalam sebuah laga persahabatan dan sang pelatih berpikir itu lebih berarti daripada hanya sebuah laga amal untuk para korban gempa.

 “Ini memiliki nilai yang sangat penting, karena itu mengembalikan nilai-nilai dari kesatuan tanpa orang-orang memaksa atau mengambil keuntungan dari yang lainnya,” kata Spalletti kepada media Italia.

“Menang sedikit membantu jadi dimana kedepannya kami tidak merasakan lagi kekecewaan itu. Kami harus menyadari bahwa Roma sebuah klub yang penting dan kami harusnya senang memiliki tanggung jawab berlebih ini.

“Itu bisa terjadi bahwa kami telah hanyut oleh kepentingan dari sebuah situasi, tapi kami harus bisa memberikan respon, selalu begitu. Kemampuan untuk bereaksi harus menjadi kualitas pertama kami.”

Jendela transfer telah ditutup per tanggal 1 September lalu, dan Spalletti telah ditanya apakah skuad yang dia miliki saat ini merupakan skuad yang ada didalam rencananya selama semusim ini.

“Klub telah melakukan segala sesuatu yang mungkin kami lakukan. Saya baik-baik saja dengan skuad yang kami miliki sekarang. Jelas jika itu bukan situasi yang tidak bisa diperhitungkan seperti terlalu banyak kasus cedera saat ini,” tambah Spalletti.

“Saya memiliki opsi mendorong Alessandro Florenzi untuk lebih menyerang dalam formasi tiga penyerang, penyerang sayap.”

Daniele De Rossi telah dicopot jabatan kaptennya setelah kartu merah yang dia dapatkan kontra Porto, Spalletti kemudian ditanyai seberapa lama itu akan bertahan.

“Daniele mengetahui peraturan-peraturan yang kami miliki dan dengan saya, contohnya, jika seorang pemain melepas jersey-nya untuk merayakan sebuah gol dan mendapatkan kartu kuning, dia akan saya hukum.

“De Rossi tidak memakai ban kapten selama tiga pertandingan dan dia menerima itu dengan tenang dan sikap cerdas dari seorang jawara karena saya ingin semua orang di ruang ganti mengetahui mereka harus mematuhi aturan-aturan yang kami miliki.”