Yang menuduh pengundian Liga Champions diwarnai kecurangan bukan sembarang orang. Adalah mantan Presiden FIFA Sepp Blatter yang mengaku menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kecurangan yang dilakukan saat pengundian Liga Champions dilakukan.

Sepp Blatter yang tersingkir secara memalukan dari FIFA mengatakan, ia telah menyaksikan kecurangan saat pengundian kompetisi sepak bola Eropa dengan menggunakan metode ‘bola panas dan dingin’. Hal ini disampaikan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Argentina bulan Juni lalu.

Mantan presiden FIFA dari Swiss itu mengatakan, pengundian untuk acara-acara FIFA tidak dicurangi selama dirinya bertahta 18 tahun di badan sepak bola dunia itu. Namun ia dengan tegas mengatakan telah melihat hal itu dilakukan untuk kompetisi Eropa.

“Saya tidak pernah menyentuh bola,” kata Blatter, mengacu pada bola plastik yang berisi nama-nama tim yang digunakan dalam apa yang seharusnya menjadi pengundian acak untuk acara seperti Piala Dunia atau Liga Champions.

“Tentu saja, Anda dapat menandainya (oleh) dengan cara bola-bola itu dipanaskan atau didinginkan,” katanya kepada La Nacion.

“Saya menyaksikan pengundian di tingkat Eropa di mana hal itu terjadi. Tapi tidak pernah di FIFA. Tentu saja hal itu bisa dilakukan.”

Ditekan untuk memerinci cara kecurangan itu dilakukan, Blatter menguraikannya.

“Anda menempatkan bola di dalam lemari es terlebih dahulu. Hanya dengan membandingkan satu bola dengan yang lain ketika Anda menyentuh mereka, Anda dapat tahu mana bola dingin dan bola panas. Ketika Anda menyentuh mereka, Anda tahu yang mana.”

Blatter mengatakan: “Saya tidak pernah terlibat dalam pengundian! Presiden lain yang melakukannya. Mereka telah mengambil bola undian dari dalam pot. Saya bersih sama sekali untuk urusan ini.”

Lelaki berusia 80 tahun menambahkan: “Saya tidak pernah melanggar hukum pidana. Saya memiliki hati nurani yang jelas.”

Penggemar sepak bola tak diragukan lagi akan terpana oleh pengakuan dari Sepp Blatter ini dan akan menyebabkan penggantinya Gianni Infantino dalam sorotan yang sangat buruk mengingat berapa sering ia menjadi petugas pengambil undian di UEFA …

Blatter sebenarnya tidak secara eksplisit menyebut turnamen yang mana. Tapi karena ia menggunakan istilah “klub dari Italia” dalam sebuah awancara terpisah maka diduga kuat yang dimaksud adalah pengundian Liga Champions.