Pembelian Juan Carlos Belencoso jadi secuil kelalaian manajemen Persib Bandung dalam hal merekrut pemain impor. Silau dengan kemampuannya setahun lalu, sinar Belencoso malah meredup tanpa mencetak sebiji gol pun pada TSC 2016.

Berbekal pengalaman itu, Pelatih Persib Djadjang Nurdjaman menerapkan sejumlah kriteria ketat bagi para agen pemain yang hendak menawarkan para pemain asing. Djanur, demikian ia disapa, mengaku mulai sering dihubungi para agen pemain selepas kepergian Belencoso.

Enggan beli kucing dalam karung, Djanur meminta agar para calon pemain anyar Persib bisa melakuan trial di Bandung.

“Banyak dari agen menghubungi saya tiap hari sampai jelang pertandingan saja masih komunikasi. Tetapi sekali lagi pemain itu semuanya agak sulit untuk trial, itu yang menyulitkan saya,” ujar Djanur, Selasa (16/8/2016).

Beberapa agen, kata Djanur, sempat memberi gambaran performa pemain asing lewat tayangan video.Tetapi Djanur tak ingin percaya begitu saja.

Bagi dia, memberi penilaian pemain lewat cuplikan video sangat berisiko khususnya untuk para pemain impor yang tak berpengalaman di Indonesia.

“Kalau lihat video semuanya juga bagus dan semua yang ditawarkan agen belum pernah main di sini. Jadi satu kesulitan dengan waktu mepet gini mereka tidak mau trial, apalagi katanya mereka sudah mepet mau pergi ke klub baru,” tutur Djanur.

Salah satu agen pemain yang rajin menghubungi Djanur adalah Francis Yonga.

“Iya termasuk dia, tetapi banyak setiap agen tawarkan lebih dari dua. Ada yang bersedia trial tetapi sedang kami pikirkan karena kalau gak trial susah,” kata Djanur.

Dari semua pemain yang ditawarkan agen, tambah Djanur, belum ada satu pun pemain yang memikat hatinya.

“Belum (ada yang tertarik) sih. Ya karena saya melihatnya dari video. Video itu gak menjamin. Ini kasusnya bisa sama dengan Belencoso, takut begitu. Gak gampang dapat pemain,” tambahnya