Asisten pelatih timnas Indonesia, Wolfgang Pikal, mengakui Indonesia berada di grup berat pada Piala AFF 2016. Menurutnya, akan menjadi tantangan besar bagi tim arahan Alfred Riedl untuk menembus semifinal menghadapi Thailand, Singapura, dan tuan rumah Filipina.

Riedl bahkan sebelumnya menyebut Indonesia tak lagi menjadi favorit di Grup A. Pernyatan itu justru disikapi dengan positif sang asisten pelatih asal Austria tersebut.

Menurut Pikal, saatnya bagi skuat Garuda untuk tampil lepas dan tetap optimistis. “Bola itu bulat, semua kemungkinan bisa terjadi. Kami akan usaha maksimal untuk hasil terbaik,” tulis Riedl melalui pesan singkatnya kepada CNNIndonesia.com.

Pikal menyebut, Indonesia memang harus berani memulai semuanya dari awal lagi usai dicabutnya sanksi pembekuan PSSI oleh FIFA. “Timnas ini baru akan memulai lagi dari nol,” ucapnya.

Soal bayangan strateginya nanti, Pikal belum bisa mengomentari hal itu. “Soal taktik atau strategi, kami akan benar-benar pelajari lagi (calon lawan),” tuturnya.

“Kami akan cari permainan mereka melalui rekaman video atau memantau langsung uji coba mereka.”

Menurutnya, langkah itu sangat perlu dilakukan karena pihaknya tak banyak mengetahui perkembangan calon-calon lawannya itu. Hanya sedikit gambaran yang diketahui Pikal terkait peta kekuatan lawannya.

“Ini grup yang berat. Saya pikir tim yang paling bagus adalah Thailand dan berikutnya Filipina. Filipina memiliki 50 persen pemain naturalisasi yang bermain bagus.”

Apalagi, menurut Pikal, Filipina akan memanfaatkan keuntungannya dengan baik sebagai tuan rumah Grup A.

Pelatih asal Austria yang lama menetap di Indonesia ini pun menerangkan, Riedl akan langsung mengadakan pertemuan dengan PSSI usai Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. “Alfred (Riedl) akan bertemu PSSI dan mulai menyusun rencana,” tuturnya.

Ia menilai, program pemusatan latihan harus digelar secepatnya. “Saya pikir penting mulai awal Oktober (untuk pemusatan dan uji coba) sampai berangkat (ke Filipina) pada 15 November,” ucap Pikal.

“Kami butuh uji coba sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan kemampuan timnas.”