Pelatih Bayern Muenchen, Carlo Ancelotti memperingatkan Franck Ribery untuk memperbaiki perilakunya yang temperamental. Itu dikatakan Ancelotti setelah timnya menang 4-1 atas Inter Milan di ajang International Champions Cup (ICC), Minggu 31 Juli.

Pemain asal Prancis itu menggemparkan sepak bola dunia ketika mengkritik mantan pelatih Bayern, Pep Guardiola. Bos FC Hollywood, Karl-Heinz Rummenigge langsung berekasi dengan mengatakan komentar pemain berusia 33 tahun itu tidak pantas.

Belum reda kemarahan publik atas komentar mengenai Guardiola, Ribery sudah kembali berulah. Kali ini, ia berkelahi dengan gelandang Inter, Felipe Melo.

Ribery yang pada pertandingan itu mencetak satu gol, terlibat dalam sejumlah perkelahian dengan Melo. Hal itu membuat Ancelotti marah. Don Carletto berharap pemain yang dijuluki “The Scar Face” itu mengurangi kebiasaan naik pitam agar tidak merugikan tim.

“Saya tidak suka pemain yang berperilaku seperti itu,” kata Ancelotti kepada wartawan setelah melihat perilaku Ribery.

“Saya sudah mengatakan kepadanya bahwa saya tidak suka perilaku semacam itu. Saya mengatakan kepadanya untuk berhenti melakukan hal seperti itu,” tegas Ancelotti.

“Saya menjadikannya kapten kami untuk pertandingan kali ini. Dengan begitu, ia tidak bisa bertindak seperti itu,” pungkas Ancelotti.

Ribery memang terkenal sebagai pemain “bersumbu pendek”. Akibat kebiasaan buruk itu, ia kerap bermain kasar dan berkelahi dengan lawan sehingga mendapat kartu merah dalam pertandingan. (Soccerway)