Vincent Janssen, 22, membuat media massa Inggris tersentak ketika Tottenham Hotspur mengumumkan berhasil merekrutnya dari AZ Alkmaar.

Pria yang menjadi pencetak gol terbanyak Liga Belanda (Eredivisie) itu sebelumnya tak terdeteksi akan didekati Spurs.

Kedatangan Janssen ke Inggris dikaitkan dengan peluang menyamai bomber-bomber subur dari sepak bola Belanda di Inggris sebelumnya seperti Ruud van Nistelroij dan Robin van Persie.

Di Spurs, Janssen akan bekerja sama–atau bersaing dengan bomber kelahiran Inggris, Harry Kane. Kane, yang juga berusia 22 tahun itu merupakan sumber utama gol Spurs dalam dua musim terakhir.

Siapakah Janssen yang akan bekerja sama atau bersaing dengan Harry Kane tersebut?

Janssen dilahirkan dari keluarga atlet, tapi bukan pesepak bola. Ibunya, Annemarie, adalah seorang perenang Belanda pertama yang jadi juara dunia 200 meter.

Dalam wawancara yang diterbitkan surat kabar Belanda, de Volksrant, beberapa bulan lalu Annemarie mengatakan dibandingkan renang, Janssen lebih menikmati sepak bola. Melihat hal tersebut, Annemarie pun mendukung dan mengaku menikmati setiap saat menyaksikan putranya berlaga di stadion.

Janssen baru mengikuti dunia ibunya, renang, saat liburan. Namun, Annemarie mengatakan, “Ia hanya bermain-main.”

“Dia berenang seperti anjing- dia hanya ingin bermain sepak bola. Ketika dia kembali dari sekolah, dia baru selesai bermain di dua lapangan. Betul-betul mabuk,” sambung Annemarie.

Lantas dari manakah kegilaan sepak bola yang dialami Janssen?

“Ayahnya gila bola juga, sama,” jawab Annemarie.

Annemarie mengatakan renang dan sepak bola tak bisa disamakan. Renang, katanya, lebih tergantung kontrol dan kekuatan pribadi untuk menang. Sementara sepak bola membutuhkan kerja sama tim, di samping kekuatan sendiri.

Bagi Janssen kecil, kata Annemarie, dirinya tak perlu memotivasi lebih besar untuk menyuruh anaknya giat berlatih sepak bola.

“Saya terkadang berlatih ekstra empat atau pima jam di sasana jika saya merasa perlu tambahan. Anda memiliki pemain yang hanya melakukan apa yang disuruh pelatih dari mereka, dan kemudian pulang, ” ujar Janssen.

Mudah alasan bagi Janssen untuk berpikir giat berlatih di sasana dan lapangan hijau. Di mata jebolan akademi Feyenord jtu dirinya harus kuat dalam hal fisik, dan dingin di depan gawang.

“Anda harus lebih kuat jika ingin memiliki kesempatan melawan bek-bek klub-klub internasional,” katanya. Dan, dia mendapatkan keuntungan dari hasil kerja kerasnya selama ini. Musim lalu, di musim debutnya di Liga Belanda (Eredivisie), ia menjadi pencetak gol terbanyak dengan 27 gol. Luar biasanya 21 gol di antaranya ia cetak setelah jeda musim dingin.

Kini, mulai musim depan Janssen mencoba peruntungan di Inggris bersama Tottenham Hotspur. Di klub London Utara itu, ia harus bersaing dengan pemain sebayanya, Harry Kane yang menjadi raja gol Spurs dalam dua musim terakhir.