Jerman tak pernah menang atas Italia di pertemuan kompetitif. Tapi hal itu disebut eks pelatih Jerman Berti Vogts sekadar catatan masa lalu saja.

Jerman belum sekalipun menang atas Italia dalam delapan pertemuan di turnamen. Mereka cuma mampu menahan imbang empat kali dan empat lainnya berakhir imbang.

Catatan itu pula yang menjadi hantu untuk Jerman jelang laga perempatfinal Piala Eropa 2016 di Nouveau Stade de Bordeaux, Minggu (3/7/2016) dinihari WIB nanti. Padahal di laga terakhir, Jerman mampu menang telak 4-1 di partai persahabatan.

Vogts melihat catatan itu sekadar kisah masa lalu yang sudah berakhir, dengan yang terakhir adalah pada Piala Eropa 2012 lalu. Pelatih yang membawa Jerman juara Piala Eropa 1996 ini yakin sekarang adalah saatnya Die Mannschaft tampil sebagai pemenang.

“Italia adalah musuh bebuyutan Jerman lima, 10, atau 20 tahun lalu. Tapi masa-masa itu sudah berakhir. Kami selalu tidak beruntung melawan Azzurri, mulai dengan laga abad ini di 1970, lalu di 1982, 2006, dan 2012,” katanya kepada Rheinische Post.

“Di masa lalu, Serie A adalah liga terbaik di dunia dan para pemain terbaik Jerman ada di sana. Di 1996, saya punya sembilan pemain di skuat Jerman yang bekerja di Italia.”

“Tapi sekarang? Bundesliga dan Premier League Inggris adalah tujuan utama, diikuti Liga Spanyol. Sepakbola Italia sudah turun dengan signifikan.”

“Ini adalah soal sekarang, jadi berbagai hal jelas sudah berubah. Ini sebabnya favorit satu-satunya di pandangan saya adalah Jerman, meski di level ini pertandingan ditentukan oleh detail-detail,” tandas pria 69 tahun ini seperti dikutip Football Italia.