PT Gelora Trisula Semesta memastikan mereka takkan menghentikan sementara Torabika Soccer Championship (TSC), menyusul insiden kerusuhan yang melibatkan suporter di Jakarta hari Jumat lalu.

Selain itu mereka juga akan membahas insiden tersebut, melalui Komisi Disiplin, pada hari Senin besok, setelah mengumpulkan laporan dan bukti-bukti dari semua bidang yang berkait, mulai dari Pengawas Pertandingan, Panitia Penyelenggara (Panpel) pertandingan, sampai dari pihak kepolisian.

Kerusuhan suporter pada pertandingan Persija Jakarta versus Sriwijaya FC di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, memunculkan saran supaya TSC sementara dihentikan, sampai ada langkah kongkret dari pihak-poihak terkait, agar kejadian semacam ini tak terulang. [Baca selengkapnya di sini].

Menpora Imam Nahrawi juga mempertanyakan kesiapan PT GTS dalam mengatisipasi hal-hal seperti itu. Sang operator dinilai belum merealisasikan nota kesepahaman (Mou) dengan pihak kepolisian terkait pengamanan TSC. [Baca juga: Ini 10 Poin Sikap Kemenpora Terkait Kerusuhan di Laga Persija vs SFC]

“Kami menegaskan, insiden dan proses investigasi serta hukum terkait insiden tersebut tidak menghambat kelanjutan penyelenggaraan Torabika Soccer Championship 2016. Laga-laga di pekan selanjutnya tetap bergulir sesuai jadwal. Kecuali, beberapa laga yang jadwalnya pelaksanaannya bergeser karena suatu alasan sesuai informasi yang dikeluarkan PT GTS.

“PT GTS pun berharap insiden tersebut tidak meluluhlantakkan perjalanan, euforia, dan harapan positif terhadap kompetisi yang sudah bergulir sejak 29 April 2016,” demikian pernyataan resmi dari PT GTS, Minggu (26/6/2016) pagi.