Wales harus menelan pil pahit saat menghadapi Inggris di Stade Bollaert-Delelis, Lens, Kamis 16 Juni 2016. Di pertandingan tersebut, Wales kalah dengan skor 1-2

Padahal, Wales sempat unggul lebih dulu di menit 42. Bola hasil sepakan bebas Gareth Bale gagal dibendung Joe Hart. Wales pun menutup paruh pertama dengan keunggulan 1-0.

Inggris berhasil menyamakan skor di menit 57 lewat Jamie Vardy. Mimpi buruk untuk Wales akhirnya datang di injury time.

Konsentrasi pemain belakang Wales rusak akibat kerjasama satu-dua antara Daniel Sturridge dan Dele Alli. Mendapat ruang tembak yang cukup, Sturridge melepaskan sepakan keras ke gawang Wales kawalan Wayne Hannessey. The Three Lions akhirnya menang 2-1.

Di pertandingan ini, Inggris memang tampil dominan sejak awal laga. Penguasaan bola pada babak pertama saja mencapai 62 persen.

Pelatih Wales, Chris Coleman, menyatakan timnya memang sengaja menerapkan strategi compact-defense saat menghadapi Inggris. Mereka ingin memancing bek-bek Inggris naik hingga garis tengah.

Dalam situasi tersebut, Wales berharap bisa mendapatkan serangan balik. Sayangnya, strategi tersebut rusak di babak kedua.

Bukan karena Inggris bermain lebih baik. Melainkan, menurut Coleman, Gareth Bale dan kawan-kawan sering melakukan kesalahan sendiri dan menjadi senjata makan tuan bagi Wales.

“Saya cuma ada sedikit alasan mengapa kami kalah, dan memang saya hanya punya satu kritik ke tim,” ujar Coleman seperti dilansir situs resmi UEFA.

“Itu adalah kami bermain terburu-buru (di babak kedua). Kami terlalu sering kehilangan bola, memberikan Inggris banyak ruang,” lanjutnya.

Kekalahan ini membuat Wales harus rela turun ke posisi 2 klasemen sementara Grup B. Mereka mengoleksi 3 poin dari dua laga yang sudah dijalani.