Timnas Jerman akan menjalani turnamen pertamanya setelah berhasil menjuarai Piala Dunia di Brasil dua tahun lalu. Sejumlah wajah baru akan mengisi skuat asuhan Joachim Loew tersebut.

“Babak baru” tersebut akan ditandai dengan pertandingan melawan Ukraina di Grup C, di Stadion Stade Pierre-Mauroy, Lille, Senin (13/6/2016) pukul 02.00 WIB.

Cukup banyak perubahan yang terjadi dalam selang waktu dua tahun. Salah satunya adalah perpindahan ban kapten dari Phillip Lahm yang pensiun ke Bastian Schweinsteiger. Muka-muka baru juga masuk ke dalam skuat ini.

Sebutlah Leroy Sane, gelandang bertalenta milik Schalke, lalu Joshua Kimmich, pemain kesayangan Pep Guardiola di Bayern Munich. Juga ada metronom Borussia Dortmund, Julian Weigl, serta Jonathan Tah, bek muda yang dipanggil untuk menggantikan Antonio Rudiger.

Masuknya pemain-pemain muda ini mengindikasikan bahwa Jerman terus melakukan regenerasi bahkan di saat generasi andalannya masih dalam usia emasnya. Saat ini hanya empat pemain yang berusia di atas 30 tahun, yaitu Schweinsteiger, Lukas Podolski, Mario Gomez, dan kiper Manuel Neuer. Pengorbitan pemain-pemain muda ini diharapkan menambah variasi permainan Die Mannschaft.

Jerman masih diperkuat oleh pemain-pemain terbaik dunia yang membantu mereka menjuarai Piala Dunia 2014. Selain Neuer, masih ada si raja assist Mesut Oezil, Toni Kroosyang berhasil menjuarai Liga Champions bersama Real Madrid, dan Thomas Mueller, sang raumdeuter. Pemain-pemain bintang ini tentu diharapkan pula untuk bisa mengawinkan Piala Dunia dengan trofi Henry Delaunay.

Walaupun begitu, Jerman bukan tanpa cela. Absennya Marco Reus dan Ilkay Guendogan menjadi kehilangan besar bagi sang juara dunia. Kedua pemain Dortmund itu kerapkali memberikan dimensi berbeda dalam penyerangan Jerman. Selain itu, Mats Hummels belum 100% fit dari cedera. Ia masih diragukan untuk menjalani pertandingan perdana melawan Ukraina. Kehilangan tiga pemain ini menjadi kerugian tersendiri bagi Jerman.

Masa transisi ini juga memengaruhi performa Jerman di lapangan. Di babak kualifikasi, Jerman harus menelan kekalahan dari Republik Irlandia dan Polandia. Pada laga ujicoba menjelang, Jerman kalah dalam tiga laga dari lima laga yang mereka jalani. Mereka kalah melawan Prancis dengan skor 0-2, Inggris dengan skor 2-3, dan Slovakia dengan skor 1-3.

Walaupun begitu, Jerman adalah Jerman. Mereka adalah spesialis turnamen.

“Tekanan selalu ada bagi kami, ekspektasi selalu tinggi bagi kami, tapi kami siap menghadapi ini. Kami tidak pernah takut dengan tekanan,” ucap Loew.

Mengenai skuatnya yang tergolong muda ini, Loew berkata, “kami memiliki pemain-pemain yang berpengalaman”. Mentalitas inilah yang tetap ada bagi Jerman, tidak peduli siapa yang menjadi pemainnya. Mentalitas juara yang mereka miliki akan menjadi pembeda di Prancis.

Ukraina akan menjadi lawan pertama Jerman di Prancis nanti. Tim besutan Mykhaylo Fomenko ini memiliki pertahanan yang solid dan mengandalkan serangan balik cepat untuk mencetak gol. Duo winger, Andriy Yarmolenko dan Yevhen Konoplyanka, menjadi pemain yang harus diwaspadai oleh Jerome Boateng dkk.

“Ini tidak akan mudah bagi kami karena Ukraina adalah tim yang bagus,” ujar Toni Kroos dikutip dari espnfc.com. Namun, Jerman tetap diprediksikan untuk memenangi pertandingan pertamanya.

Dengan skuat muda yang masih segar, Jerman masih menjadi salah satu unggulan di Euro 2016. Namun, mereka harus mengantisipasi kurangnya pengalaman pemain-pemain muda tersebut. Pemain-pemain senior harus mampu untuk membimbing junior-juniornya. Apabila kohesi antara senior-junior ini mampu tercipta, tidak diragukan lagi Jerman akan menjadi salah satu penantang serius untuk jadi juara lagi.