Presiden Federasi Sepakbola Perancis (FFF), Noel Le Graet berharap Karim Benzema akan segera kembali perkuat timnas usai Euro 2016 dan tidak berniat menghukum lebih lanjut atas komentarnya kepada Didier Deschamps.

Benzema resmi dicoret dari skuad untuk Euro 2016 disaat sang pemain menunggu investigasi resmi dimana dirinya terlibat dalam kasus pemerasan terhadap rekan setimnas Mathieu Valbuena.

 Meski begitu, baru-baru ini striker berusia 2 tahun itu telah menyatakan Deschamps ‘tunduk pada rasisme’ dengan mencoretnya dari skuad final untuk turnamen Eropa di negaranya sendiri.

Le Graet sebelumnya menyesalkan waktu yang dipilih Benzema untuk mengungkapkan komentar tersebut, tapi presiden FFF itu tidak ingin menyebut sang striker sebagai orang yang buruk dan telah mendukungnya segera kembali jelang Piala Dunia 2018.

“Benzema telah dihukum. Saya tidak ingin menendang seseorang yang sudah dihukum. Saya tidak suka menghukum orang. Saya pikir absen di Euro 2016 sudah cukup menjadi sebuah hukuman untuk Benzema,” kata Le Graet.

“Saya tidak ingin membuat atmosfer ‘anti-Benzema’. Saya selalu ingin mendukung dirinya. Dia harusnya kecewa absen di Euro 2016. Tapi saya harap dia segera kembali untuk tim nasional. Saya tidak percaya ada orang yang senang dirinya dihukum.

“Saya sudah mengatakan sebelumnya bahwa saya berpikir interview dirinya sudah tidak cerdas dan itu lebih tertuju kepada Deschamps. Perancis tidak menyalahkan dia untuk yang satu ini.

“Kami semua tahu ada rasisme di Perancis, kami tidak bisa membantah itu. Ada orang-orang diluar sana yang tidak toleran. Tapi Karim tidak berada di skuad untuk Euro 2016 karena dia terlibat kasus. Karim sebelumnya telah menjadi pemain andalan dibawah Deschamps.

“Tapi saya ingin bersalaman tangan dengan Karim. Sudah ada sanksi tapi tidak berguna untuk menghukum seseorang dua kali. Dia telah menerima hukuman. Kasusnya masih berlanjut dan kami akan melihat apa yang akan terjadi, dia sekarang masih dihukum. Tapi sang pelatih akan senang jika dia akan kembali dalam waktu dekat.”