Mantan penyerang Paris Saint Germain (PSG), merasa dirinya pantas mendapatkan gaji besar jika jadi memperkuat Manchester United (MU) musim depan.

Bahkan, besar atau kecil permintaan gajinya dalam sebuah klub, menurutnya tidak ditentukan olehnya. Ada mekanisme pasar bursa pemain yang menentukan besaran gaji setiap pemain profesional, termasuk dirinya.

Ibra disebut-sebut bakal merapat ke ManUtd setelah memastikan dirinya tak lagi memperkuat PSG musim ini. Sejumlah media di Inggris pun menyebutkan bahwa permintaan gaji pemain berusia 34 tahun tersebut cukup besar.

Media Perancis, Le Monde, juga pernah melaporkan gajinya di PSG pada enam bulan pertama pada 2015 ditaksir sebesar €20 juta.

Namun, Ibra merasa gaji tersebut sepadan dengan kemampuannya. “Apanya yang banyak? Saya tidak mengerti maksudnya banyak,” ujarnya seperti dikutip dari ESPN, saat ditanya soal permintaan gajinya yang selangit.

“Bagi saya, para pemain dibeli di pasar di mana mereka tidak berada di sana. Adalah pasar yang menentukan harga pemain, bukan selera pribadi atau media. Banyak atau sedikit, itu bukan urusan saya.”

Fokus saya adalah apa yang dikatakan oleh pasar. “Pasar berkata begini, begitu, itu harga Anda. Inilah yang dikatakan pasar,” tutur Ibra.

“Jika ada pemain dibayar begitu mahal dan saya bermain 10 kali lebih baik darinya. Bagaimana nilai tambahnya? Tentu saja sebanyak 10 kali juga.”

Sejumlah pemain mega bintang seperti mantan rekan Ibra di PSG, Ezequiel Lavezzi, baru-baru ini menerima tawaran klub Liga Super China dengan iming-iming gaji selangit.

Meski saat ini Ibra mengaku belum menerima penawaran dari China, ia mengatakan, tawaran tersebut bakal menggodanya juga. “Saya rasa itu merepresentasikan masa depan sepak bola,” ketika ditanya sikapnya jika ada penawaran dari klub China.

Ibra juga tak menutup kemungkinan apabila ia merapat bersama mantan rekannya di klub Hebei China Fortune. “Itu bisa saja terjadi. Anda tak akan pernah tahu,” terangnya.