Bayern Munich akan memberikan kesempatan bagi Uli Hoeness untuk kembali menduduki jabtan sebagai presiden klub kapan pun ia siap. Demikian wacana yang diungkapkan oleh chairman klub Karl-Heinz Rummenigge.

Hoeness sebelumnya menjalani hukuman penjara sejak Juni 2014 dan telah bebas pada akhir Februari 2016. Ia dihukum akibat bersalah dalam kasus penggelapan pajak sebesar €28,5 juta. Hoeness didakwa 40 bulan, tetapi hanya menjalani 21 bulan karena menerima pengurangan setelah berperilaku baik selama menjalaninya.

Kasus tersebut membuat anggota kontingen timnas Jerman Barat yang menjuarai Piala Dunia 1974 itu melepas jabatan sebagai presiden Bayern, seiring Karl Hopfner menggantikan perannya. Meski demikian, Hoeness berpeluang untuk kembali menjadi orang nomor satu klub sebagaimana yang diungkapkan Rummenigge.

“Ketika Uli ingin kembali menjadi presiden, Bayern siap untuk menyambutnya. Saya tidak akan terkejut jika dia ingin kembali menjadi presiden. Jika demikian, maka Karl Hopfner akan melepaskan jabatannya [kepada Hoeness] dengan kesepakatan mutual,” terang Rummenigge kepada Kicker, Minggu (29/5).

Hoeness, 64 tahun, telah mencatatkan lebih dari 300 penampilan sebagai pemain Die Roten. Selepas pensiun, ia menjabat sebagai direktur olahraga selama 30 tahun sebelum bertugas menjadi presiden pada 2009.