Klub-klub Premier League dinilai bisa menghentikan dominasi klub Spanyol di Eropa. Namun, modal skuat tangguh saja tak cukup untuk melakukan itu. Kata siapa?

Keberhasilan Real Madrid menjuarai Liga Champions musim lalu makin menegaskan dominasi klub-klub Spanyol di kancah Eropa. Di saat bersama Atletico Madrid juga berhasil jadi juara Liga Europa.

Jika dihitung mundur sepuluh tahun ke belakang, cuma Manchester United, Chelsea, dan Bayern Munich yang mampu menyelingi di kompetisi Eropa. MU meraih gelar Liga Champions 2008 dan Liga Europa 2016, Chelsea dengan Liga Champions 2012 dan Liga Europa 2013, serta Bayern Munich di Liga Champions 2013.

Sisanya Barcelona, Real Madrid, Atletico Madrid, dan Sevilla bergantian menguasai kompetisi itu. Sevilla bahkan pernah menjuarai Liga Europa tiga musim beruntun sedari 2014 hingga 2016. Dengan salah satunya mengalahkan Liverpool, klub Inggris tersukses di Eropa.

Suatu anomali mengingat klub Inggris sebenarnya punya sumber daya lebih besar ketimbang klub La Liga dalam hal uang. Premier League kini jadi tujuan para pemain top yang menginginkan gaji besar.

Apalagi Inggris juga menghadirkan persaingan yang lebih sengit ketimbang dominasi Madrid-Barca di Spanyol atau Juventus di Italia. Nah, di musim 2018/2019, lagi-lagi klub Inggris coba mematahkan kedigdayaan tim-tim Negeri Matador itu dan kembali berjaya di Eropa.